Category: Teori Organisasi Umum 1


KEPEMIMPINAN

PEMBAHASAN :

  1. Pengertian
  2. Tipe-tipe Kepemimpinan
  3. Teori-Teori Kepemimpinan
  • PENGERTIAN

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik).

Kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut (John C. Maxwell). Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi.

Kepemimpinan sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya (Moejiono, 2002).

Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi (Katz dan Kahn, 1978).

  • Tipe-Tipe Kepemimpinan

Dalam tipe-tipe kepemimpinan terdapat 6 macam tipe, yaitu:

  1. Tipe Otokratis

Ciri-cirinya antara lain:

  1. Mengandalkan kepada kekuatan/ kekuasaan.
  2. Menganggap dirinya paling berkuasa.
  3. Keras dalam mempertahankan prinsip.
  4. Jauh dari para bahawan.
  5. Perintah diberikan secara paksa.
  6. Tipe Laissez Faire

Ciri-ciri antara lain:

  1. Memberi kebebasan kepada para bawahan.
  2. Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan.
  3. Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan.
  4. Tidak mempunyai wibawa.
  5. Tidak ada koordinasi dan pengawan yang baik.
  6. Tipe Paternalistik

Ciri-ciri antara lain:

  1. Pemimpin bertindak sebagai bapak.
  2. Memperlakuakn bawahan sebagai orang yang belum dewasa.
  3. Selalu memberikan perlindungan.
  4. Keputusan ada ditangan pemimpin.
  5. Tipe Militerlistik

Ciri-ciri antara lain:

  1. Dalam komunikasi menggunakan saluran formal.
  2. Menggunakan sistem komando/ perintah.
  3. Segala sesuatu bersifat formal.
  4. Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku.
  5. Tipe Demokratis

Ciri-ciri antara lain:

  1. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi.
  2. Bersifat terbuka.
  3. Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide baru.
  4. Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat.
  5. Menghargai potensi individu.
  6. Tipe Open Leadership

Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis, Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan, dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.

  • Teori Kepemimpinan:
  1. Teori Kelebihan.
  2. Teori Sifat.
  3. Teori Keturunan.
  4. Teori Kharismatis.
  5. Teori Bakat.
  6. Teori Sosial.

SUMBER :

http://fazhtech.blogspot.com/2012/11/teori-organisasi-umum-kepemimpinan_2.html

http://kamilfiki.blogspot.com/2012/01/teori-organisasi-umum-kepemimpinan.html

 

Advertisements

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI

PEMBAHASAN :

  1. Faktor – faktor perubahan Organisasi.
  2. Proses perubahan
  3. Ciri-ciri pengembangan Organisasi
  4. Metode pengembangan organisasi

Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar. Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka. Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.

  • FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN ORGANISASI

Secara garis besar faktor penyebab terjadinya perubahan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:

  1. Faktor ekstern,
  1. Faktor intern.

Faktor Ekstern

Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.

  1. Politik
  2. Hukum
  3. Kebudayaan
  4. Teknologi
  5. Sumber Daya Alam
  6. Demografi
  7. Sosiologi

Faktor Intern

Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:

a.  Perubahan kebijakan lingkungan
b.  Perubahan tujuan
c.  Perluasan wilayah operasi tujuan
d.  Volume kegiatan bertambah banyak
e.  Sikap & perilaku dari para anggota organisasi.

  • PROSES PERUBAHAN

Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan tersebut mempunyai dampak tehadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negati apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan yang terjadi di luar organisasi.
• MENGADAKAN IDENTIFIKASI
• MENETAPKAN PERUBAHAN
• MENENTUKAN STRATEGI
• MELAKUKAN EVALUASI

  • CIRI-CIRI PENGEMBANGAN ORGANISASI

Pengembangan organisasi mempunyai 2 arti yaitu pengembangan organisasi sebagai fungsi administrasi dan pengembangan organisasi sebagai fungsi spesialis atau sebagai teknik manajemen. Ciri-ciri pengembangan organisasi adalah suatu strategi pendidikan yang komplleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai dan struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan, dan tinngkat yang memusingkan perubahan itu sendiri

Ciri-ciri pengembangan organisasi lainya, antara lain:

  • (P.O) merupakan usaha yang dilakukan secara berencana.
  • (P.O) mencerminkan suatu proses yang berlangsugn terus-menerus.
  • (P.O) berorientasi masalah organisasi yang harus dipecahkan.
  • (P.O) merupakan usaha ke arah penyempurnaan organisasi.
  • (P.O) merupakan tanggapan terhadap berbagai perubahan yang terjadi diluar organisasi, dsb.

 

  • METODE PENGEMBANGAN ORGANISASI
  1. Metode pengembangan Org:
    1. Jaringan manajerial
    2. Latihan kepekaan
    3. Pembentukan tim
    4. Umpan balik Survai
    5. Metode Pengembangan Keterampilan & Sikap :
    6. Latihan ditempat kerja
    7. Latihan instruksi kerja
    8. Latihan diluar tempat kerja
    9. Latihan ditempat tiruan

 

SUMBER :

http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembangan-organisasi.html

http://abdilahkhusu25.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembangan-organisasi_24.html

lista.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/22305/P+12+perubahan-pengembangan-organisasi.pdf

 

 

 

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

PEMBAHASAN :

  1. Pengertian Komunikasi
  2. Unsur-unsur Komunikasi
  3. Bagaimana menyalurkan ide melalui konunikasi.
  4. Hambatan-hambatan komunikasi.
  5. Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi
  • PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama. Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci. Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.

  • UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

Komunikasi mengandung 5 unsur, yaitu :

  1. Komunikator (communicator), yaitu memberi berita, yang dalam hal ini adalah orang yang berbicara, pengirim berita atau orang yang memberitakan.
  2. Menyampaikan berita, dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatakan, mengirim atau menyiarkan.
  3. Berita-berita yang disampaikan (message), dapat dalam bentuk perintah, laporan, atau saran.
  4. Komunikan (communicate), yaitu orang yang dituju, pihak penjawab atau para pengunjung. Dengan kata lain orang yang menerima berita.
  5. Tanggapan atau reaksi (response), dalam bentuk jawaban atau reaksi.

Kelima unsur komunikasi tersebut (Komuniakator, Menyampaikan berita, Berita-berita  yang disampaikan, Komunikan dan Tanggapan atau reaksi) merupakan kesatuan yang utuh dan bulat, dalam arti apabila satu unsure tidak ada, maka komunikasi tidak akan terjadi. Dengan demikian masing-masing unsur saling berhubungan dan ada saling ketergantungan. Jadi dengan demikiaN

  • BAGAIMANA MENYALURKAN IDE DALAM KOMUNIKASI?

Menyalurkan ide melalui komunikasi bisa secara lisan maupun tulisan. Salah satu nya adalah dengan memberikan solusi yang tepat kepada orang lain yang membutuhkan solusi untuk menyelesaikan masalah nya.

  1. Tahapan – tahapan menyalurkan ide melalui komunikasi :     Ide (gagasan)
  2. PerumusanDalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.
  3. Penyaluran (Transmitting)

Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb.

1. Tindakan
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.

2. Pengertian
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver.

3. Penerimaan
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).

  • HAMBATAN-HAMBATAN KOMUNIKASI
    Berikut ini adalah hambatan – hambatan dalam Komunikasi :
  1. Hambatan dari Proses Komunikasi :
  • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
  • Hambatan dalam penyandian/simbol
    Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
  • Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
  • Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
  • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  • Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
  1. Hambatan Fisik
    Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain-lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
  2. Hambatan Semantik.

Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima.

  1. Hambatan Psikologis
    Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.
  • Klasifikasi Komunikasi dalam organisasi
    Di bawah ini ada beberapa klasifikasi komunikasi dalam organisasi yang di tinjau dari

beberapa segi :

  • Dari segi sifatnya :
  1. Komunikasi Lisan : komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara

Contoh : presentasi

  1. Komunukasi Tertulis : komunikasi melalui tulisan
    Contoh : email
  2. Komunikasi Verbal : komunikasi yang dibicarakan/diungkapkan
    Contoh : curhat
  3. Komunikasi Non Verbal : komunikasi yang tidak dibicarakan(tersirat)
    Contoh : seseorang yang nerves (gemetar)
  • Dari segi arahnya :
  1. Komunikasi Ke atas : komunikasi dari bawahan ke atasan
  2. Komunikasi Ke bawah : komunikasi dari atasan ke bawahan
  3. Komunikasi Horizontal : komunikasi ke sesama manusia / setingkat
  4. Komunikasi Satu Arah : pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik)
  5. Komunikasi Dua Arah : berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi
  • Menurut Lawannya :
  1. Komunikasi Satu Lawan Satu : berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya
    Contoh : berbicara melalui telepon
  2. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok) : berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok
    Contoh : kelompok satpam menginterogasi maling
  3. Kelompok Lawan Kelompok : berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain
    Contoh : debat partai politik
  • Menurut Keresmiannya :
  1. Komunikasi Formal : komunikasi yang berlangsung resmi

Contoh : rapat pemegang saham

  1. Komunikasi Informasi : komunikasi yang tidak resmi
    Contoh : berbicara dengan teman

SUMBER :
http://id.wikipedia.org
http://beruangkaki5.blogspot.com
http://kamilfiki.blogspot.com/2012/01/teori-organisasi-umum-1-proses_09.html
http://fachrialwinttgrf.blogspot.com/2012/11/komunikasi-dalam-organisasi.html

PROSES ORGANISASI

PEMBAHASAN  :

  1. Proses Mempengaruhi
  2. Proses Pengambilan Keputusan
  • PROSES MEMPENGARUHI

Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.
Elemen-elemen proses mempengaruhi :

  1. Orang yang mempengaruhi (0)
  2. Metode mempengaruhi (→)
  3. Orang yang dipengaruhi (p)

Jadi proses mempengaruhi : 0 → p

Metode mempengaruhi :

  1. Kekuatan fisik
  2. Penggunaan sanksi (positif/negatif)
  3. Keahlian
  4. Kharisma (daya tarik)

Daerah pengaruh mencakup hubungan- hubungan :

  1. Antara perseorangan
  2. Kelompok dengan seseorang
  3. Seseorang dengan kelompok

Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh

  1. Analisis French-Raven

Mereka mendifiniskan kekuasaan berdasarkan pada pengaruh, dan pengaruh berdasarkan pada perubahan psikologis. Pengaruh adalah pengendalian yang dilakukan oloeh seseorang dalam organisasi (masyarakat) terhadap orang lain. Konsep penting atas gagasan ini adalah bahwa kekuasaan merupakan pengaruh laten (terpendam) sedangkan pengaruh merupakankekuasaan dalam kenyataan (yang direalisasikan).
French-Raven membagi 5 sumber basis kekuasaan:
1. Kekuasaan Balas jasa
2. Kekuasaan Paksaan
3. Kekuasaan Sah
4. Kekuasaan Ahli
5. Kekuasaan Panutan

  1. Analisis Etzioni

Kalau French dan Roven memberlakukan kekuasaan dan pengaruh sebagai elemen-elemen laten dan aktif proses yang sama, sedang Etzioni lebih mencurahkan perhatian pada apa yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain baik suka maupun tidak.

  1. Analisis Nisbel

Memandang kekuasaan sebagai antitesa wewenang, dan kekusaan dilain pihak merupakan paksaan atau usaha untuk mendominasi orang lain agar berperilaku dengan cara-cara tertentu tanpa mempengaruhi system referensi.
Proses Pengambilan Keputusan adalah pemilihan diantara berbagai alternatif.

 

  • PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
    •    Identifikasi dan diagnosis masalah
    •    Pengumpulan dan analisis data yang relevan
    •    Pengembangan & evaluasi alternantif
    •    Pemilihan alternatif terbaik
    •    Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil – hasil
  1. Tipe –Tipe Keputusan Manajemen
    •   Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
    •   Kepusan-keputusan pribadi & strategi
    •   Keputusan-keputusan dasar & rutin
  2. Model-model Pengambilan Keputusan
    •     Relationalitas Keputusan
    •     Model- model perilaku pengambilan keputusan
  3. Teknik Pengambilan Keputusan
    •     Teknik – teknik Kreatif: Brainstorming & Synectics
    •     Teknik – teknik Partisipatif
    •     Teknik – teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal

    Jadi pada intinya..
    Proses mempengaruhi pengambilan keputusan. Dan komunikasi adalah proses-proses manejerial karena secara nnyata dilaksanakan oleh para manajer. Proses-proses ini juga merupakan proses-proses organisasional karena lebih penting daripada manajer individual dalam pengaruhny apada pencapaian tujuan–tujuan organisasi. Ketiga proses organisasi dan manejemen ini merupakan bagian vital sistem organisasi formal dan mempunyai implikasi-implikasi  sangat penting terhadap perilaku organisasional.

 

SUMBER :
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1
http://ikhsan1961.wordpress.com/2012/03/30/proses-organisasi/

http://fachrialwinttgrf.blogspot.com/2012/11/teori-organisasi-umum-1-proses.html

 

KONFLIK ORGANISASI

PEMBAHASAN  :

  1. Pengertian konflik.
  2. Jenis dan sumber  konflik
  3. Strategi penyelesaian konflik.
  4. Motivasi.
  5. Teori motivasi
  • PENGERTIAN KONFLIK

Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

  • JENIS DAN SUMBER KONFLIK

Jenis-jenis Konflik

  1. Konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang (person-role conflict)
  2. Konflik antar peranan (inter-role conflict)
  3. Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intesender conflict)
  4. Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan (intrasender conflict)

Konflik juga dapat dibedakan menurut pihak-pihak yang bertentangan. Atas dasar ini adalah 5 hal konflik yaitu :

  1. Konflik dalam diri individu
  2. Konflik antar individu
  3. Konflik antar individu dan kelompok.
  4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama.
  5. Konflik antar organisasi

Sumber-Sumber Konflik

  1. Kebutuhan untuk membagi (sumber daya-sumber daya) yang terbatas.
  2. Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan.
  3. Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja.
  4. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi.
  5. Kemandirian organisasional. f. Gaya-gaya individual.
  • STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
    Ada 3 strategi dasar :
    a.      Kalah – kalah (Lose-Lose Strategy)

Beorientasi pada dua individu atau kelompok yang sama-sama kalah. Biasanya individu atau kelompok yang bertikai mengambil jalan tengah (berkompromi) atau membayar sekelompok orang yang terlibat dalam konflik atau menggunakan jasa orang atau kelompok ketiga sebagai penengah.

Dalam strategi kalah-kalah, konflik bisa diselesaikan dengan cara melibatkan pihak ketiga bila perundingan mengalami jalan buntu. Maka pihak ketiga diundang untuk campur tangan oleh pihak-pihak yang berselisih atau barangkali bertindak atas kemauannya sendiri. Ada dua tipe utama dalam campur tangan pihak ketiga yaitu:

I.            Arbitrasi (Arbitration)
Arbitrasi merupakan prosedur di mana pihak ketiga mendengarkan kedua belah pihak yang berselisih, pihak ketiga bertindak sebagai hakim dan penengah dalam menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjian yang mengikat.

II.            Mediasi (Mediation)
Mediasi dipergunakan oleh Mediator untuk menyelesaikan konflik tidak seperti yang diselesaikan oleh abriator, karena seorang mediator tidak mempunyai wewenang secara langsung terhadap pihak-pihak yang bertikai dan rekomendasi yang diberikan tidak mengikat.

               b.      Menang – kalah(Win-Lose Strategy)

Dalam strategi saya menang anda kalah (win lose strategy), menekankan adanya salah satu pihak yang sedang konflik mengalami kekalahan tetapi yang lain memperoleh kemenangan.
Beberapa cara yang digunakan untuk menyelesaikan konflik dengan win-lose strategy (Wijono, 1993 : 44), dapat melalui:

  1. Penarikan diri, yaitu proses penyelesaian konflik antara dua atau lebih pihak yang kurang puas sebagai akibat dari ketergantungan tugas (task independence).
  2. Taktik-taktik penghalusan dan damai, yaitu dengan melakukan tindakan perdamaian dengan pihak lawan untuk menghindari terjadinya konfrontasi terhadap perbedaan dan kekaburan dalam batas-batas bidang kerja (jurisdictioanal ambiquity).
  3. Bujukan, yaitu dengan membujuk pihak lain untuk mengubah posisinya untuk mempertimbangkan informasi-informasi faktual yang relevan dengan konflik, karena adanya rintangan komunikasi (communication barriers).
  4. Taktik paksaan dan penekanan, yaitu menggunakan kekuasaan formal dengan menunjukkan kekuatan (power) melalui sikap otoriter karena dipengaruhi oleh sifat-sifat individu (individual traits).
  5. Taktik-taktik yang berorientasi pada tawar-menawar dan pertukaran persetujuan sehingga tercapai suatu kompromi yang dapat diterima oleh dua belah pihak, untuk menyelesaikan konflik yang berkaitan dengan persaingan terhadap sumber-sumber (competition for resources) secara optimal bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
    c.       Menang – menang.
  • MOTIVASI

Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk

melakukan kegiatan- kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

  1. Motivasi Fisiologis
  2. Motivasi Psikologis.
  • TEORI MOTIVASI

    A.     Teori X dan teori Y Mc Gregor.
    Anggapan-anggapan yang mendasari teori X :

    1. Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja dan akan menghindarinya bila dapat.
    2. Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, dipelakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi
    3. Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung- jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drinya di atas segala-galanya.
      Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y :

I.  Usaha phisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.

II.  Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung-jawab.

III. Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.

IV.  Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu- satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organiasasi.

V.  Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu.

VI.  Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.

            B.      Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

  • Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu.
    1. Kebutuhan Fisiologis
    2. Kebutuhan Keamanan
    3. Kebutuhan Sosial
    4. Kebutuhan Penghargaan
    5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

    C.      Teori Motivasi Berprestasi Mc Clelland
    Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi. Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitU

      1. Kebutuhan Prestasi
      2. Kebutuhan Afiliasi
      3. Kebutuhan Kekuasaan.

    D.      Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg
    Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.

SUMBER :

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1/konflik-organisasi/view
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2166762-strategi-mengatasi-konflik/#ixzz2BvOAFeL3
Wikipedia.com

PEMBAHASAN :

  • Tipe atau bentuk organisasi
  • Struktur atau skeam organisasi

TIPE ORGANISASI

         Dalam organisasi di Indonesia bermacam-macam bentuk organisasi baik bersifat organisasi kemasyarakatan, atau organisasi partai politik. Bahkan dalam pemerintahan di katakan organisasi beskala nasional. Karena organisasi itu terdiri dari anggota dan pengurus. Di dalam bentuk organisasi dapat kita bedakan sebagai berikut:

  • Piramida Mendatar (flat)

mempunyai ciri-ciri diantaranya : 

  • Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hararki kewenangan sedikit.
  •  jumlah pekerja(bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak 
  • Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil,di negara kita bisa kita lihat misal nya organisasi kemiliteran.
  • Piramida Terbalik.

         Organisasi piramida terbalik adalah kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/ lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.

  • Type Kerucut

type organisasi kerucut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
  • Rentang kendali sempit.
  • Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada penjabat/pimpinan yang bawah/rendah d.Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh. e.Jumlah informasi jabatan cukup besar.

BENTUK ORGANISASI

Dalam berorganisasi tentu mempunyai bentuk bentuk organisasi

    • Bentuk organisasi staff
    • Bentuk organisasi lini
    • Bentuk organisasi fungsional
    • Bentuk organisasi fungsional dan lini
    • Bentuk organisasi fungsional dan staff
    • Bentuk organisasi lini dan staff 

BENTUK ATAU TIPE ORGANISASI

  • Bentuk Organisasi Garis

         Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer.
Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah

  • Organisasi masih kecil
  • Jumlah karyawan sedikit
  • Spesialisasi kerja masih kecil

Keuntungannya adalah :

  • Mudah dimengerti dan dilaksanakaN
  • Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas
  • Merupakan jenis organisasi yang stabil
  • Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat
  • Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal

Kerugiannya adalah :

  • Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang
  • Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris
  • Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas
  • Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar
  • Bentuk Organisasi Fungsional

         Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

Keuntungan Tipe ini adalah :

  • Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli
  • Ada koordinasi yang baik
  • memudahkan dalam pengawasan

Kerugian tipe ini adalah :

  • Banyak mengeluarkan biaya tambahan
  • Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik
  • Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.
  • Bentuk Organisasi Garis dan Staff

Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.

  • Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff

Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.

STRUKTUR ATAU SKEMA ORGANISASI

         Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan ,sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi tersebutpun akan ikut membaik.sedangkan
Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi
tersebut,lingkunan adalah faktor yang sangat mempengaruhi. tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.

Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

  • Bentuk Vertikal
  • Bentuk Mendatar / horizontal
  • Bentuk Lingkaran / circular
  • Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
  • Bentuk Elliptical
  • Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)

Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.

  • Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
  • Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
  • Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
  • Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kea rah bidang elips.

         Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.
Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya:

  • Skema Organisasi Fungsional menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-funsi yang lain.
  • Skema Organisasi Jabatan menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.
  • Skema Organisasi Nama menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.
  • Skema Organisasi Nama dan Jabatan menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
  • Skema Organisasi Struktur menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut.

SUMBER :
http://rilleagustian.blogspot.com/2013/04/tipe-dan-bentuk-organisasi_28.html
https://sudrajatnurarifin.wordpress.com/2013/06/19/tipe-bentuk-organisasi/
http://febriyanikristianti.blogspot.com/2012/11/teori-organisasi-umum-tugas-2.html
http://danangsenoputro.wordpress.com/2013/11/04/teori-organisasi-umum-1-tugas-ke-2/

PEMBAHASAN :

  1. Organisasi Niaga (PT, CV, Joint Ventura, Fa, Koperasi, Trust, Kartel, Holding Company)
  2. Organisasi Sosial.
  3. Organisasi regional dan internasional

ORGANISASI NIAGA

         Suatu organisasi yang sifatnya untuk mencapai suatu keuntungan. Organisasi ini sering kita temui dalam kehidupan yang berbasis globalisasi saat ini, dengan faktor ekonomi yang semakin berkembang menjadikan Organisasi Niaga semakin pesat pula. Adapun macam-macam organisasi niaga antara lain

  • Perseroan Terbatas (PT)

         Memiliki berbagai macam seperti tbk yang artinya organisasi ini terbuka dan dapat dimiliki oleh pihak luar.

  • Perseroan Komanditer (CV)

         Memiliki dua bagian yaitu Aktif atau Pasif yang maksudnya jika Aktif yang menanamkan modalnya ke suatu organisasi ini juga ikut serta dalam berorganisasi, dan Pasif yang menanamkan modal tidak ikut serta dalam berorganisasi ini.

  • Firma (FA)

         Suatu organisasi yang modalnya dari hasil bersama dan jika ada kerugiaan maka yang bertanggung jawab adalah tanggung jawab bersama.

  • Koperasi

         Suatu organisasi yang melakukan kegiatan simpan pinjam pada setiap anggtonya.

  • Join Ventura

         Suatu organisasi yang beranggotakan beberapa Negara.

  • Trus

         Yaitu gabungan dari beberapa perusahaan agar lebih kuat dari yang sebelumnya.

  • Kontel

         Yaitu suatu perkumpulan dari beberapa organisasi atau perusahaan yang bergerak dibidang sama yang membuat perjanjian tertentu agar tidak terjadi persaingan yang tidak seimbang.

  • Holding Company

         Suatu gabungan saham yang biasanya mengawasi 1 atau lebih perusahaan, dan mengawasinya dengan keseluruhan.

ORGANISASI SOSIAL

         Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

  • Organisasi Normatif: Adalah pihak elit menjalankan organisasi/ mengawasi anggota lebih dominan menggunakan kekuasaan normatif (persuasif). Bentuk partisipasi anggota adalah dengan komitmen moral.
  • Organisasi Utilitarian: Adalah pihak elit mengawasi anggota dominan menggunakan kekuasaan utilitarian. Partisipasi anggota berdasarkan komitmen perhitungan yaitu pemikiran hubungan bisnis, sangat perhitungkan untung rugi.
  • Organisasi Koersi: Adalah pihak elit menggunakan kekuasaan koersi dalam mengawasi anggotanya. Koersi adalah segala jenis paksaan, ancaman, dan intimidasi yang digunakan untuk mempengaruhi perilaku orang lain.

Proses pembentukan Kelompok dan Organisasi Sosial
         Pada dasarnya, pembentukan kelompok dan organisasi sosial dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut:

  1. Persepsi: Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual, atau yang lain memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anggota yang memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota lainnya.
  2. Motivasi: Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri unuk maju.
  3. Tujuan: Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu.
  4. Organisasi: Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok. Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efesien dan efektif.
  5. Independensi: Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide, pendapat, serta ekspresi selama kegiatan. Namun demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok.
  6. Interaksi: Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok, karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut.

ORGANISASI REGIONAL DAN INTERNASIONAL

         Organisasi regional mempunyai wilayah kegiatannya bersifat regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja. Berikut merupakan sari pemikiran yang dirangkum dari tulisan J. G. Merrills, “Regional Organizations”, dalam bukunya, “International Dispute Settlement”, Bab 11, Hal. 279-307 yang diterbitkan oleh Cambridge University Press di New York, Amerika Serikat, pada tahun 2005. Pada bab ini, Merrills memusatkan pembahasannya pada Organisasi Regional dan aspek-aspek yang berkaitan dengan penyelesaian konflik regional, seperti; peran Organisasi Regional dalam menyelesaikan sengketa yang terjadi antara negara-negara anggotanya; batas kemampuan Organisasi Regional dalam upaya penyelesaian sengketa; proses ajudikasi; dan pola hubungan yang terbentuk antara Organisasi Regional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Dewan Keamanan.  Berikut contoh organisasi regional adalah

  • APEC : Asia Pasific Economic Cooperation ( organisasi kerja samaa negara-negara kawasan Asia Pasifik di bidang ekonomi )
  • EEC : Europe Economic Community ( Masyarakat Ekonomi Eropa ) kawasan Eropa
  • ASEAN : Association of South East Asian Nation

         Peran yang dimainkan oleh organisasi-organisasi regional sangat berbeda bergantung pada karakteristik organisasi tersebut. Karakteristik ini dipengaruhi oleh faktor geografis, ketersediaan sumber-sumber dan struktur organisasi. Perbedaan faktor-faktor ini akan mempengaruhi bentuk Organisasi Regional dan organ-organ yang menopangnya. Perbedaan karakter ini juga nantinya akan berpengaruh pada mekanisme dan prosedur penyelesaian konflik yang ditempuh untuk menyelesaikan sengketa antara anggota dalam sebuah Organisasi Regional.
Organisasi internasional adalah suatu bentuk organisasi dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yg juga merupakan isi dari perjanjian atau charter.

Contoh organisasi-organisasi internasional adalah :
1. PBB
         Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB (United Nations atau UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington DC, namun sidang umum yang pertama dihadiri wakil dari 51 negara dan baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House, London).

2. NATO
         Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation/NATO) adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang lain adalah dalam bahasa perancis : l’Organisation du Traité de l’Atlantique Nord (OTAN).

Peran organisasi regional dalam menyelesaikan sengketa
         Dalam menyelesaikan sengketa internal kawasan, salah satu peran utama Organisasi Regional adalah untuk menjadi wadah konsultasi, menyelenggarakan dan menyediakan suatu forum negosiasi bagi negara-negara anggota baik dalam situasi konflik maupun dalam kondisi yang berpotensi menimbulkan konflik.
         Peran ini secara nyata dapat dilihat dalam Perang Cod, konflik batas perairan Inggris-Islandia yang meletus pada 1961 dan 1976. Konflik pertama dapat diredakan melalui negosiasi yang digagas oleh NATO. Konflik kedua berhasil diselesaikan melalui Pertemuan Tahunan Menteri Luar Negeri Negara-Negara Anggota NATO yang diselenggarakan di Oslo yang digagas oleh Menteri Luar Negeri Norwegia bersama Sekjen NATO kala itu. Negosiasi ini berujung pada kesepakatan kedua negara untuk mengakhiri pertikaian. Peran yang relatif sama juga tampak pada sengketa perbatasan Aljazair-Maroko tahun 1963. Di sini, OAU membentuk suatu komisi ad hoc dan menyelenggarakan beberapa pertemuan yang diikuti oleh kedua negara yang bersengketa, bertujuan untuk membahas masalah penarikan pasukan, pengembalian tawanan perang dan perbaikan hubungan diplomatik.
Batas kemampuan organisasi regional
         Keterikatan Organisasi Regional pada batas-batas geografis kawasan melemahkan kemampuannya untuk menyelesaikan konflik intra-regional hingga ke titik terendah. Dalam bahasa sederhana, Organisasi Regional bukan pilihan yang tepat untuk meredakan konflik yang terjadi antara negara anggotanya dengan negara anggota Organisasi Regional lain.
Faktanya, dalam konflik-konflik seperti ini, kehadiran Organisasi Regional cenderung mempertajam konflik yang ada. Konflik Argentina- Inggris dalam sengketa Falklands adalah contoh nyata dari kelemahan ini. Dalam kasus ini, kedua pihak yang bertikai justru memanfaatkan keanggotaan mereka untuk memobilisasi kekuatan dan mencari dukungan. Pada akhirnya, konflik ini harus diselesaikan oleh PBB.
         Organisasi Regional tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam konflik domestik negara-negara anggotanya, konflik seperti; revolusi, perang sipil, dan peristiwa merusak lainnya. Mereka tidak memiliki yurisdiksi untuk itu, mereka dirancang untuk mengatur dan menjembatani hubungan antara negara-negara anggotanya, bukan mencampuri urusan internal negara-negara anggotanya.

 SUMBER :
http://zeincom.wordpress.com/2011/10/22/onosori/
http://idadwiw.wordpress.com/2011/12/17/organisasi-niaga/
http://sevenfold07.blogspot.com/2012/11/pengertian-organisasi-niaga-sosial.html

PEMBAHASAN :

  • Ciri-ciri organisasi
  • Unsur-Unsur Organisasi
  • Teori Organisasi

CIRI-CIRI ORGANISASI

Ciri-ciri Organisasi Modern

  • Organisasi bertambah besar
  • Pengolahan data semakin cepat
  • Penggunaan staf lebih intensif
  • Kecendrungan spesialisasi
  • Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
  • Unsur-unsur organisasi lebih lengkap

UNSUR-UNSUR ORGANISASI

  • Manusia(Man)
  • Kerjasama
  • Tujuan Bersama
  • Peralatan (Equipment)
  • Lingkungan
  • Kekayaan alam
  • Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi

TEORI ORGANISASI

         Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.

  • Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional) terdiri dari
    • Teori Birokrasi

         Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

    • Teori Administrasi

         Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika. Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :

  • Pembagian kerja (division of work)
  • Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
  • Disiplin (discipline)
  • Kesatuan perintah (unity of command)
  • Kesatuan pengarahan (unity of direction)
  • Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi
  • Balas jasa (remuneration of personnel)
  • Sentralisasi (centralization)
  • Rantai scalar (scalar chain)
  • Aturan (oreder)
  • Keadilan (equity)
  • Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
  • Inisiatif (initiative)
  • Semangat korps (spirit de corps)
    • Manajemen Ilmiah

         Teori manajemen ilmiah adalah bagian ketiga dari tiga bagian dasar dari teori klasik organisasi (Hick dan Gullett, 1975). Manajemen ilmiah berbagi dengan teori administrasi dan teori birokrasi yang menekankan pada sisi logika, perintah dan hirarki dalam organisasi. Seperti halnya dalam teori administrasi, di dalam manajemen ilmiah terdapat bias perbedaan pada praktek manajemennya. Fokus manajemen ilmiah lebih mikroskopis ketimbang fokus teori administrasi. Ketika teori administrasi menjelaskan cara-cara organisasi yang harus dibangun, manajemen ilmiah menjelaskan cara-cara spesifik dari tugas organisasi yang harus dibangun guna meningkatkan efisiensi pencapaian hasilnya.
Pendukung yang paling berpengaruh dari teori manajemen ilmiah ini adalah Frederick Winslow Taylor. Insinyur mekanik Amerika yang menyatakan bahwa pengamatan ilmiah, analisis dan intervensi harus digunakan untuk meningkatkan cara-cara di mana tugas harus diselesaikan dalam organisasi industri. ia menaruh perhatian pada operasi yang tidak sistematis dari organisasi dalam dua dekade pertama abad dua puluh.
Manajemen ilmiah secara khusus telah diterapkan untuk organisasi industri yang memiliki pekerjaan “rutin, berulang, distandarkan, dan mungkin pekerjaan tersebut akan bertambah besar di masyarakat di mana mesin-mesin kini sudah banyak digunakan untuk menyelesaikan proses pekerjaan.

  • Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)

         Teori manajemen yang diperuntukan untuk manajer agar lebih memerhatikan tingkat psikologi dan hubungan antar manusia dalam lapangan pekerjaan. Teori ini dibuat akibat mucul ketidakpuasan terhadap teori manajemen klasik yang tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi dan keharmonisan dalam lingkungan kerja. Tingkat psikologi dan hubungan antar manusia dalam dunia pekerjaan dianggap penting untuk mendongkrak hasil efektifitas kerja yang lebih optimal. Berikut beberapa ahli yang awalnya mencetuskan pelengkap teori organisasi Neo klasik:

  • Hugo Munsterberg (1863-1916)

         Sebagai pencetus psikologi industri, Hugo terkenal dengan sebutan “bapak psikologi industri”. Hugo mengungkapkan bahwa untuk mencapai peningkatan produktivitas dalam pekerjaan, dapat dilakukan melalui 3 cara:

  • Penemuan best possible person (orang yang terbaik)
  1.  Penciptaan best possible work
  2.  Penggunaan best possible effect untuk memotivasi karyawan
  • Munsterberg

         Juga menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen. Sebagai contoh, berbagai metode yang dilakukan dalam memilih karakteristik yang cocok dengan kebutuhan suatu jabatan.

  • Elton Mayo (1880-1949) dan percobaan-percobaan hawthorne

         “Hubungan manusiawi” yang merupakan istilah umum sering menggambarkan cara seorang manajer berinteraksi dengan bawahannya. Bila “manajemen personalia” memotivasi lebih besar untuk lebih baik dalam bekerja, maka hubungan manusiawi dalam organisasi tersebut “baik” dan begitu juga sebaliknya. Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang selalu baik, hendaknya manajer harus memahami mengapa karyawan bertingkah seperti yang hendak mereka lakukan dan faktor-faktor apa saja yang memotivasi mereka untuk melakukan hal demikian.
Untuk mendukung pernyataan sebelumnya,  Elton Mayo,  dan asistennya Fritz J. Roethlisberger serta William J. Dickson melakukan studi tentang perilaku manusia dalam berbagai macam situuasi kerja yang dikenal dengan percobaan Howthorne. Mereka membagi karyawan atas dua kelompok kerja yang masing masing terdiri dari 6 karyawati dalam ruangan terpisah. Dalam satu ruangan, kondisi diubah-ubah  secara periodik dan ruangan lainnya tidak. Sejumlah variabel yang diubah antara lain : upah dinaikan, periode istirahat dan jam lamanya makan siang diubah, hari kerja dan minggu kerja diperpendek, peneliti yang bertugas sebagai atasan mengikuti kelompok untuk memilih periode istirahatnya sendiri dan memberikan kesempatan untuk mengajukan usulan perubahan.
Hasilnya, produktivitas di kedua ruang tersebut ternyata sama-sama meningkat. Elton Mayo dan kawan-kawan menyimpulkan bahwa insentif keuangan bukan penyebab kenaikan produktivitas, karena skedul pembayaran kelompok dipertahankan sama. Namun, hal yang membuat kondisi demikian justru karena reaksi interaksi emosional antara anggota kelompok dengan atasannya lebih penting dalam peningkatan produktivitas kerja kelompok daripada perubahan perubahan kondisi kerja diatas. Percobaan ini juga mengarahkan Mayo bahwa perhatian yang khusus dari seorang atasan yang dapat meningkatkan motivasi bekerja itu sangat berpengaruh terhadap usaha-usaha mereka.

  • Teori Organisasi Modern

         Salah satu aliran besar dalam teori organisasi adalah teori modern, yang kadang-kadang disebut juga analisa sistem. Teori modern adalah multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka. Interaksi dinamis antar proses, bagian dan fungsi dalam suatu organisasi, maupun dengan organisasi lain dan dengan lingkungan. 
Dasar Pemikiran Organisasi Modern

  • Teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi, sasaran organisasi dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sesuai hakikat pekerjaannya.
  • Teori Modern menekankan pada perpaduan dan perancangan,menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
  •  Ilmu pengetahuan klasik telah membicarakan konsep koordinasi,
    skalar dan vertikal.  

Teori Sistem Umum

         Teori system umum merupakan suatu aspek analisis organisasi yang berusaha untuk menemukan kaidah-kaidah umum organisasi yang berlaku universal. Tujuan teori system umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan menggunakan elemen-elemen dan proses-proses umum seluruh system sebagai titk awal.
Ada beberapa tingkatan system yang harus diintegrasikan. Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat-tingkat system sebagai berikut :
1.      Struktur static
2.      Sistem dinamik sederhana
3.      Sistem sibernetik
4.      System terbuka
5.      System genetika social
6.      System hewani
7.      System manusiawi
8.      System social
9.      System transdental

         Konsep system ini menjadi dasar utama analisa organisasi akan teori organisasi modern. Teori organisasi modern mempunyai kesamaan dengan teori system umum dalam cara memandang organisasi sebagai sesuatu yang terintegrasi.

SUMBER :
http://azenismail.wordpress.com/2010/11/15/bab-3-ciri-ciri-unsur-dan-teori-organisasi/
http://wsmulyana.wordpress.com/2008/11/09/teori-manajemen-ilmiah-teori-klasik-organisasi-3/
http://ekavidiaz.wordpress.com/2012/10/20/teori-manajemen-neo-klasik-aliran-hubungan-manusiawi-2/
http://muhamadmuslihlatief91.wordpress.com/2013/05/03/33-teori-organisasi-modern/

PEMBAHASAN :

  1. Pengertian Organisasi
  2. Manajemen dan Organisasi
  3. Manajemen dan Tata Kerja
  4. Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
  • PENGERTIAN ORGANISASI

          Pengertian Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tuj uan. Pengertian organisasi terbagi menjadi 5 pengertian yaitu

■ Organisasi dalam arti statis adalah gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu usaha untuk mencapai sesuatu tujuan. Ciri-cirinya adalah

  • Melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam.
  • Organisasi dipandang sebagai wadah atau alat untuk mencapai tujuan, wadah bekerjasama, wadah bagi administrasi dan manajemen yang memungkinnya bergerak.
  • Organisasi dipandang sebagai jaringan dari hubungan kerja yang bersifat formal yang tergambar dalam bagan organisasi.
  • Organisasi seabagi saluran hierarki kedudukan yang ada yang menggambarkan garis wewenang, garis komando, dan garis tanggung jawab.

■ Organisasi dalam arti dinamis adalah setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu badan/organisasi. Atau di singkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir yaitu kegiatan menetapkan susunan organisasi suatu usaha. Ciri-cirinya adalah

  • Organisasi merupakan organ yang hidup, selalu bergerak, mengadakan pembagian tugas berdasarkan sistem dan ruang lingkup.
  • Terdiri dari sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
  • Kemungkinan dalam organisasi yang dinamis, yaitu kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang, serta kemungkinan organisasi untuk mati

■ Organisasi sebagai sistem kerja sama berarti bahwa kerja sama dalam suatu organisasi sangat penting karena mencakup dalam berbagai bidang yang mengarahkan pada suatu tujuan. Ciri-cirinya adalah

  • Adanya sekelompok orang yang mengadakan kerjasama yang dilandasi oleh kesamaan tujuan.
  • Suatu sistem mengenai pekerjaan-pekerjaan yang dirumuskan dengan baik dan dilengkapi dengan wewenang, tugas, dan tanggung jawab.
  • Adanya spesialisasi fungsi dari suatu tugas bersama.
  • Sistem terencana dari usaha kerjasama dengan memberikan peran kepada setiap orang untuk dijalankan, wewenang, tugas, dan tanggungjawab untuk dilaksanakan.

■ Organisasi sebagai sistem tata hubungan kerja berarti bahwa hubungan kerja dalam suatu organisasi sangat berperan penting dalam terlaksananya suatu organisasi dalam mengendalikan dan memanfaatkan sistem tata hubungan dalam proses berorganisasi. Macam-macam hubungan tata kerj

  • Tata hubungan pribadi
  • Tata hubungan formal
  • Tata hubungan informal
  • Tata hubungan langsung
  • Tata hubungan tidak langsung
  • Tata hubungan vertikal (up/down ward)
  • Tata hubungan horizontal
  • Tata hubungan diagonal (up/down ward diagonal)

■ Organisasi sebagai proses pembagian tugas berarti organisasi memiliki pembagian tugas yang sudah terstruktur dengan baik agar suatu organisasi berjalan dengan lancar dan efektif. Ciri-cirinya adalah

  • Suatu proses menetapkan dan mengelompokkan jenis pekerjaan yang diikuti pelimpahan wewenang dan tanggungjawab.
  • Rangkaian bagian-bagian saling tergantung dan berdiri sebagai sebuah satu kesatuan yang utuh.
  • Proses pembagian tugas dan menentukan siapa yang mengemban tugas dan tanggung jawab.
  • Proses kegiatan penyusunan, pengembangan, pemeliharaan dari pola hubungan kerja dari bagian-bagian/individu-individu dalam organisasi.

Tahap pembagian tugas:

  • Menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan organisasi.
  • Menghimpun bagian yang saling terkait.
  • Mengelompokkan jenis pekerjaan yang sama dalam satu kelompok.
  • Mengadakan perincian hubungan yang ada dari setiap jenis pekerjaan.
  • Menunjuk bagian dan orang yang diserahi tanggung jawab untuk memikul beban dan tanggung jawab.
  • Merumuskan fungsi/tugas yang harus dijalankan bagian-bagian/ orang-orang tersebut.
  • MANAJEMEN DAN ORGANISASI

          Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dcngan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditctapkan. Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta di perusahaan yang bersangkutan.
Jenjang manajemen dalam organisasi pada dasamya terbagi menjadi 3 yaitu :

  • Manajer puncak meliputi manajer yang diduduki di dewan direksi atau Chief Executif Officer ( CE ) dengan tugas menyususn rencana perusahaan maupun pe­ngelolaan harta kekayaan perusahaan.
  • Manajer madya disebut sebagai manajer administrasi yang meliputi manajer-manajer divisi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasionil rencana yang telah disusun Top Manajer.
  • Manajer lini operasional yang bertugas mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional yang telah dilakukan oleh karyawan sehari-hari.
  • MANAJEMEN DAN TATA KERJA

          Manajemen Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan
sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan dan Tata kerja menjelaskan bagaimana proses
kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

  • MANAJEMEN, ORGANISASI DAN TATA KERJA

          Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia. Organisasi adalah alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan . Tata Kerja adalah Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien
Terdapat hubungan yang erat antara manajemen, organisai dan metode (tata kerja). Manajemen, organisai dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien
SUMBER :
http://awingqolby.blogspot.com/2013/03/manajemen-dan-organisasi.html
http://laisanurin.blogspot.com/2011/10/arti-pentingnya-organisasi-dan.html
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&ved=0CDgQFjAC&url=http%3A%2F%2Fstisipolp12.ac.id%2Findex.php%3Foption%3Dcom_docman%26task%3Ddoc_download%26gid%3D36%26Itemid%3D60&ei=ZgHVUragJ-ueiAeztoHIBQ&usg=AFQjCNGp0baHk5bM21t_-MjmosJxiPgmVQ&cad=rja

TEORI ORGANISASI UMUM

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Ciri-ciri organisasi yaitu :

  • Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
  • Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
  • Adanya tujuan
  • Adanya sasaran
  • Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
  • Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Pengertian dari Organisasi ini adalah alat dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tuhuan tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dipilihlah seorang pemimpin sebagai penggerak atau motivator dalam organisasi.

Pemimpin sendiri adalah seseorang yang bertanggung jawab atas suatu organisasi dalam mencapai tujuan tertentu. Syarat – syarat pemimpin yang baik adalah dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki secara terus menerus dengan maksud agar tercapai tujuan tertentu, walaupun belum ada kesatuan pendapat antara para ahli mengenai syarat ideal yang haru dimiliki oleh seorang pemimpin, akan tetapi beberapa di antaranya adalah:

a.       Memiliki pengetahuan yang luas dan berpendidikan

b.       Pemimpi yang baik adalah yang generalist yang baik juga

c.       Kemampuan memimpin berkembang secara mental

d.       Selalu Ingin Tahu

e.       Bertanggung jawab, dapat dipercaya, tertib dan teratur

f.        Dapat mengatur waktunya dengan baik

g.       Mampu menganalisis

h.       Memiliki daya ingat yang kuat, kebiasaan yang baik dan kapasitas integrative

i.        Memiliki keterampilan dalam berkomunikasi dan mendidik

j.        Memiliki pandangan yang personalitas dan objektifitas

k.       Pragmatism

l.        Memiliki naluri dalam memutuskan prioritas

m.      Sederhana, berani, siap bekorban, berpikir terbuka, tegas dan sebagainya.

Sedangkan Kepemimpinan adalah proses dimana seseorang mampu mempengaruhi keputusan dan dapat memberi contoh terhadap suatu golongan atau organisasi tertentu dikarenakan adanya kekuasaan untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Tipe – tipe Kepemimpinan

Dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin organisasi seorang pemimpin memiliki beberapa tipe yang dapat dilihat dari caranya bersikap dan memimpin serta menilai anggotanya dan cirri-ciri khusus pada masing-masing tipe. Tipe – tipe tersebut ialah:

1.      Tipe Kepemipinan Otokrasi

Tipe kepemimpinan ini selalu menganggap dirinya benar, egois dan menilai kepemimpinan adalah hak yang diberikan padanya.

Cirri-ciri pemimpin ini adalah:

a.       Tidak mau menerima pendapat ataupun kritikan dari orang lain

b.      Memperlakukan anggota sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadinya

c.       Selalu menganggap organisasi adalah milik pribadinya

d.      Dalam mengatur anggotanya sering kali menggunakan ancaman dan paksaan.

Dari cirri-ciri tersebut dapat disimpulkan bahwa pemimpin yang otokratis tidak dapat menghargai hak-hak anggotanya dan sangat tidak cocok jika diterapkan sekarang dimana perkembangan sudah mulai modern.

2.      Tipe Kepemimpinan Militeris

Yang dimaksud dengan Tipe Kepemimpinan militeris disini tidak sama dengan pemimpin dalam dunia militer, artinya seorang yang memimpin di dunia militer pun tidak semua memiliki tipe kepemimpinan yang militeris.

Sifat-sifat pemimpin yang mempunyai tipe kemimpinan yang militeris adalah:

a.       Selalu menuntut kedisiplinan yang tinggi

b.      Anggota harus patuh terhadap pemimpin

c.       Tidak menerima kritik dari anggota lainnya

d.      Terlalu formalitas dalam menjalankan tugasnya

Dari sifat pemimpin yang bertipe militeris dapat dilihat bahwa tipe pemimpin yang seperti ini bukanlah pemimpin yang ideal.

3.      Tipe Kepemimpinan Fathernalistik

Tipe ini selalu menggunakan pendekatan kebapa-an yang sifatnya terlalu sentimental dalam memerintahkan anggotanya untuk mencapai tujuan tertentu.

Sifat umum pemimpin tipe ini adalah:

a.     Selalu menganggap angootanya sebagai anak atau pun orang yang belum dewasa dan selalu ingin melindungi anggotanya

b.    Hampir tidak pernah memberikan kesempatan untuk mengambil keputusan pada anggotanya, sehingga terkadang tidak ada pelimpahan tanggung jawab untuk anggotanya

c.     Anggota tidak diberikan kesempatan untuk berpendapat atau mengembangkan ide kreatifnya

d.       Beranggapan bahwa hanya dirinya yang serba tahu.

Perlu diakui terkadang suatu organisasi perlu memiliki pemimpin seperti ini. Tetapi dilihat dari sifat negatifnya jelas pemimpin Fathernalistis kurang dapat mengembangkan organisasi yang dipimpinnya.

4.      Tipe Kepemimpinan Karismatik

Tipe kepempinan ini jelas sangat sulit untuk dijelaskan sifat-sifat atau karakteristik yang dimilikinya karena Kharisma seseorang itu muncul alami dari dirinya sendiri. Yang dapat diketahui adalah seorang pemimpin yang kharismatik mempunyai daya tarik tersendiri terhadap dirinya sendiri ataupun organisasinya sehingga membuat anggota dan orang lain simpatik.

5.      Tipe Kepemimpinan Demokratis

Dari semua tipe kepemimpinan, Tipe pemimpin yang Demokratis dianggap paling ideal dan yang terbaik. Ini karena pemimpin yang demokratis selalu mendahulukan kepentingan orang banyak (organisasi/umum) dibandingkan kepentingan dirinya sendiri atau keluarga.

Beberapa cirri dari tipe kepemimpinan yang demokratis adalah:

a.     Selalu berusaha untuk mengimbangi kepentingan pribadi dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi/umum

b.      Senang menerima saran, tanggapan ataupun kritikan yang membangun dari anggotanya demi terwujudnya tujuan organisasi

c.       Dapat member maaf dan memaklumi ketidak pahaman anggotanya dalam bekerja serta tak sungkan membantu anggotanya untuk maju tanpa mengurangi pengetahuan dan ide anggotanya

d.      Kerjasama atau gotong royong menjadi prioritas utama dalam melakukan sesuatu guna mencapai tujuan umum

e.       Tidak menganggap rendah atau bodoh anggotanya dan terbuka dengan anggotanya.

Dari ciri-ciri diatas jelas sangatlah sulit untuk menjadi seorang pemimpin yang demokratis, tetapi tidak ada salahnya jika ingin mencoba menjadi pemimpin yang seperti ini.

Fungsi Pemimpin Dalam Pengambilan Keputusan

Salah satu fungsi pemimpin dalam organisasi adalah mengambil keputusan secara efektif dan bertanggung jawab atas apa yang menyangkut dalam kewenangannya. Fungsi kepemimpinan pada dasarnya menyangkut dua hal pokok, yakni:

a.       Fungsi Pemecah Masalah

Fungsi ini berkaitan dengan tugas dimana seorang pemimpin mempunyai peranan yang kuat dalam menyelesaikan masalah yang terjadi dalam organisasi baik masalah yang diakibatkan factor dalam maupun factor dari luar.

b.      Fungsi Sosial

Fungsi ini biasanya berkaitan dengan pemeliharaan kelompok, dimana pemimpin harus bisa menjaga nama baik setiap anggota kelompoknya.

Contoh-contoh Teori Organisasi Umum : Perusahaan yang Pailit dan Penyebabnya  Hutang &  Pemegang saham yang keluar.

Di dalam perusahaan, untung ataupun rugi adalah hal yang biasa, namun biasanya kerugian bisa tertutupi dengan keuntungan. pada umumnya sendiri tergantung seberapa lama untuk menutup kerugian tersebut menjadi untung balik.
Contoh karena hutang ;
Terjadi di mana seorang debitur yang megalami kesulitan keuangan tidak dapat membayar utangnya. dan dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga, (baik karena permohonan sendiri ataupun permohonan orang lain ).karena ketidakmampuan dalam membayar utang yang telah jatuh tempo.

Masih ingat akan Adam Air ? Pada 9 Juni 2008 lalu Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan pailit terhadap maskapai tersebut. Adam Air dinyatakan menanggung utang sebesar Rp 29.375.000 kepada CV Cici sebagai pemohon pailit. Selain itu AdamAir memiliki utang terhadap enam kreditor lainnya, yakni PT Global, PT Jaya Makmur, PT Mafati Indonesia, Toko Bintang Waris Warna, PT Wijaya Motor, PT Pendawa Oto, serta karyawan yang belum digaji sejak April 2008.

Peranan Penting Organisasi dalam Masyarakat

Organisasi dalam masyarakat mempunyai peranan penting dalam menyalurkan aspirasi dan kepentingan anggota masyarakat yang diwadahi oleh organisasi masyarakat tersebut. Di samping itu dengan adanya organisasi akan memudahkan masyarakat untuk menyalurkan suara daripada dilakukan sendiri-sendiri. Dengan adanya struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas ke masing-masing pengurus organisasi maka apabila ditemukan kesulitan dalam berorganisasi dapat diselesaikan bersama.

Selain itu, organisasi juga merupakan suatu wahana aktualisasi diri manusia/individu. Manusia hidup saling membutuhkan satu sama lain, dari hal tersebut timbul keinginan untuk membentuk suatu kelompok yang mempunyai suatu pandangan yang sama, baik pandangan berpolitik, berkesenian, atau pandangan hidup lainnya. Namun apabila di dalam organisasi tersebut ada salah satu individu yang tidak memiliki pandangan yang sama, maka individu tersebut akan keluar dari organisasi tersebut. Oleh karena itu, organisasi dapat dikatakan sebagai wahana aktualisasi diri.

Sumber :
http://fact-or-myopinion.blogspot.com/2012/10/makalah-teori-organisasi-umum.html
http://gunadarmabillyandreas.blogspot.com/2012/09/teori-organisasi-umum.html
http://onemillionsensation.wordpress.com/2012/10/12/makalah-teori-organisasi-umum-1/

NAMA : SATRIO SEPTIONO
KELAS  : 2KA12
NPM    : 16112881