Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang menandaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara Republik Indonesia. Memorandum DPR-GR itu disahkan pula oleh MPRS dengan Ketetapan No.XX/MPRS/1966 jo. Ketetapan MPR No.V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No.IX/MPR/1978 yang menegaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di Indonesia.

Dengan syarat utama sebuah bangsa menurut Ernest Renan: kehendak untuk bersatu (le desir d’etre ensemble) dan memahami Pancasila dari sejarahnya dapat diketahui bahwa Pancasila merupakan sebuah kompromi dan konsensus nasional karena memuat nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh semua golongan dan lapisan masyarakat Indonesia.

Maka Pancasila merupakan intelligent choice karena mengatasi keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya perbedaan. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara tak hendak menghapuskan perbedaan (indifferentism), tetapi merangkum semuanya dalam satu semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam seloka “Bhinneka Tunggal Ika”.

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara Indonesia adalah Negara Pancasila. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya, membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang-undangan. Mengenai hal itu, Kirdi Dipoyudo (1979:30) menjelaskan: “Negara Pancasila adalah suatu negara yang didirikan, dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia (kemanusiaan yang adil dan beradab), agar masing-masing dapat hidup layak sebagai manusia, mengembangkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin, memajukan kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa (keadilan sosial).”

Perevitalisasikan Pancasila sebagai dasar negara dalam, kita berpedoman pada wawasan :
Spiritual, untuk meletakkan landasan etik, moral, religius sebagai dasar dan arah pengembangan profesi Akademis, menunjukkan bahwa MKU Pancasila adalah aspek being, tidak sekedar aspek having Kebangsaan, menumbuhkan kesadaran nasionalisme Mondial, menyadarkan manusia dan bangsa harus siap menghadapi dialektikanya perkembangan dalam mayaraka dunia yang “terbuka”.
Dalam kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang dilanda oleh arus krisis dan disintegrasi maka Pancasila tidak terhindar dari berbagai macam gugatan, sinisme, serta pelecehan terhadap kredibilitasnya. Namun perlu kita sadari bahwa tanpa adanya “platform” dalam dasar negara atau ideologi maka suatu bangsa mustahil akan dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.

Tapi, apakah anda setuju dengan Pancasila?

            Isi pancasila ada lima.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyataan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila dibuat untuk mengatur masyarakat sesuai norma-norma dan berfungsi untuk mengatur dan menyeleraskan kehidupan masyarakt, agar masyarakat dapat rukun, gotong royong, dan kebersamaan.

Setujukah, pancasila sebagai dasar negara Indonesia?

Setuju, Pancasila sebagai dasar negara indonesia. Namun tidak semua nya berhasil. Peran pancasila sudah berjalan dan kenyataannya tidak semua isi pancasila berjalan dengan baik, masih terdapat kehidupan masyarakat yang jauh dari tujuan pancasila. Masih terdapat di beberapa daerah yang kehidupan bermasyarakatnya masih belum satu tujuan dengan Pancasila. Masih banyak kerusuhan antar ras, golongan, suku, agama, dan masih banyak masyarakat yang belum bisa memahami maksud dari Pancasila.  Pancasila itu ideologi universal yg simpel sekarang ini masih sekedar paham dan rakyat sangat mengerti itu

Tetapi perlu di pertimbangkan pula antara Pancasila dan Peraturan Perudang-undangan. Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang kelihatannya sangat sederhana ini pun ternyata sangat susah. Disebutkan bahwa Pancasila adalah dasar hukum, sumber dari segala sumber hukum. UUD adalah penjabaran dari Pancasila sebagai dasar hukum. Melihat UUD yang lebih terperinci, banyak juga yang tidak menepatinya dan bahkan banyak petinggi yang melanggarnya juga. Misalnya saat maraknya kasus korupsi yang melibatkan banyak pejabat negara dan anggota parlemen dari tingkat daerah hingga tingkat pusat? Mengapa Pancasila tidak muncul untuk penguasa negeri ini. Menegakkan keadilan dalam kasus korupsi itu sangat sulit, hukuman yang diperoleh para koruptor pun terbilang sangat ringan. Undang-undang yang dibuat seperti nya perlu di revisi. Undang-undang tentang korupsi ini belum memenuhi syarat Pancasila. Uang adalah segalanya, siapa pun yang memiliki uang berlimpah dia bisa mengatur kehidupan seseorang dan mengatur hukumnya sendiri. ketika keadaan sudah semrawut seperti saat ini, dimana kejahatan dan kerusuhan atas nama kekerasan sudah menjadi ikon dalam bangsa Indonesia, Pancasila justru menghilang. Pancasila seakan-akan dilupakan oleh bangsa Indonesia untuk merindukan perdamaian antar sesama anak bangsa. Jika Pancasila masih diyakini dapat membawa kebaikan, Pancasila akan tetap bertahan. Pancasila itu dibuat sesuai dengan kondisi Indonesia. Pancasila diganti, Indonesia bisa bubar nantinya. Kemungkinan pulau yang berpenghuni mayoritas non muslim akan pisah dengan indonesia, bukan itu saja, negara tetangga kita yaitu Malaysia, Singapore, Brunei dan lain lain akan berusaha memperebutkan pulau pulau kecil yang pisah dari Indonesia, Perubahan pancasila haru di pikirkan secara terarah dan tidak menimbulkan kekacauan yang membuat kegelisahan rakyat. Pancasila itu sendiri tidak salah, yang salah itu adalah rakyatnya. Pancasila itu sendiri di pelajari oleh kita sendiri, itu adalah patokan / pedoman hidup kita terhadap kesejahteraan negara,

Sumber :

Blogspot.2010.Dinamika Aktualisasi Pancasila.10/04/2013. http://ahmadfauji2010.blogspot.com/2010/11/dinamika-aktualisasi-pancasila-sebagai.html

Nama : Satrio Septiono (1KA02)

NPM : 16112881

Advertisements