Category: Ilmu Sosial Dasar


185876_hatta-rajasa-memberikan-keterangan-pers_663_382-1061139541saat-kecelakaan-anak-hatta-pacu-bmw-di-atas-100-km-per-jam473724792275
20130102191334-Kondisi-BMW-X5-Fery4-300x227_2768344725

Polisi menetapkan putra Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah sebagai tersangka dalam kecelakaan di ruas Tol Jagorawi Selasa, 1 Januari 2013. Rasyid Amrullah, tersangka kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang. Laki-laki berusia 22 tahun ini datang bersama orang tuanya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan ibunya Oktinawati Ulfa Dariah, serta seorang kerabat perempuan.

Dia menjadi tersangka setelah BMW tipe X5 yang dikemudikannya menabrak Daihatsu Luxio F 1622 CY sehingga mengakibatkan dua orang tewas.

Rasyid telah menjalani pemeriksaan di Satuan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran. Saat ini Rasyid sedang dalam proses perawatan di rumah sakit.

Kecelakaan itu terjadi ketika Jeep BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid berjalan, pengemudi diduga mengantuk sehingga menabrak Luxio dari belakang. Sehingga pintu mobil terbuka dan para penumpang terpental ke luar. ada dua korban meninggal dan tiga korban luka ringan. Korban tewas adalah Harun (57 tahun), dan M Raihan (14 bulan). Sementara korban luka ringan adalah Nung (30 tahun), Moh Rifan dirawat di RS Polri. Lalu, Supriyati (30 tahun). Dia terluka di kaki kiri lecet serta lengan tangan kiri retak, kini dirawat di RS UKI. (umi)

“Walaupun dokter masih meminta waktu untuk pemulihan, saya meminta untuk bisa melakukan proses [pemeriksaan] supaya bisa dijalankan,” ujar Hatta begitu tiba di Ditlantas Polda, Senin (7/1/2013). Dia menegaskan tim dokter tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan Rasyid. Dia pun memohon doa restu supaya proses pemeriksaan anaknya yang menempuh pendidikan di London ini berjalan lancar.

Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Rasyid tidak mengucapkan sepatah kata pun begitu pers menghampiri di pintu masuk kantor Ditlantas Polda. Sekitar 15 menit kemudian, Hatta beserta istri dan kerabat pergi meninggalkan Ditlantas Polda Metro Jaya menggunakan Toyota Alphard Vellefire B 1785 PFA.

Proses penyelidikan kasus kecelakaan maut ini seakan dibuat lama melalui proses panjang. entah kenapa polisi itu seakan takut menangani kasus orang berduit banyak atau mungkin polisi bernegoisasi dengan keluarga korban. Dalam video tersebut dikatakan seorang saksi memberikan keterangan bahwa rasyid ketika itu tidak terluka dilihat dari fisiknya, tapi menurut keterangan polda rasyid terluka. dalam video itu tidak terlihat mobil yang ditabrak rasyid berada di TKP, seorang saksi mengatakan katanya mobil itu tidak berhenti dan jalan terus menurut korban yang tergeletak dipinggir jalan. Kasus ini banyak kejanggalan , perbedaan anatara keterangan saksi dan polda
Sumber : http://www.kabar24.com/index.php/tabrakan-anak-hatta-rajasa-rasyid-didampingi-hatta-tiba-di-polda/

Advertisements

bupati-garut2-894076519

          Persoalan nikah siri Bupati Garut Aceng Fikri dengan seorang gadis bernama FO (18) menuai kecaman banyak pihak. Baru saja menikah dengan bupati garut itu empat hari kemudian FO diceraikan melalui SMS. Persoalan Aceng ini dinilai akan mengganggu kinerja pemerintah daerah jika terus dibiarkan berlarut-larut. Aceng diminta menjelaskan ke publik alasan dirinya melakukan poligami. Sebelumnya, Bupati Garut Aceng Fikri bersikeras tidak menyalahi aturan saat menikah siri dengan FO. Ia justru menganggap kasus ini sengaja diembuskan lawan politik guna mencemarkan nama baiknya. Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan sejak 16 Agustus 2012 dengan surat kesepakatan di atas meterai dengan kompensasi nominal tertentu. Mungkin ada pihak yang mau menghancurkan nama baik saya menjelang Pemilihan Bupati Garut 2013 nanti,” kata Aceng saat melakukan jumpa pers di Garut

          Aceng menceraikan FO dengan alasan dia sudah tidak perawan, dan bau mulut. Kasus Fany Oktaria ini dicerai secara seppihak dan bisa diproses secara hukum jika korban melapor kepada polisi. Saat dia menikah aceng berjanji di antaranya memberangkatkan Fany dan orang tuanya untuk umrah dan membiayai kuliah di jurusan kebidanan. Aceng menyebutkan, ketika menjatuhkan talak kepada Fany, ia telah memberikan uang kontrakan sebesar Rp 20 juta, jatah masa iddah (sampai tiga bulan setelah bercerai), uang untuk umrah, uang kuliah Rp 20 juta, telepon seluler, dan pakaian. “Enggak tau deh bener apa enggak duitnya dipakai untuk itu, kata Aceng

Fany sendiri sekarang menjadi depresi , dan memohon agar Bupati Garut Aceng meminta maaf kepada keluarganya. Hal ini di sesali karena photo perkawinan mereka tersebar melalui jejaring sosial

Kalau yang namanya perkawinan itu, udah saling mengenal satu sama lain. Banyak duit jadi bisa poligami gitu aja. Fany sendiri juga gampang banget tergoda sama mas kawin dan janji-janji bupati aceng. Korban sendiri juga kenapa baru bertindak sekarang, kejadian itu sudah lima buan yang lalu. Lebih baik ganti bupati nya, warga bupati jg harus bertindak untuk memundurkan Aceng sebagai bupati Garut.

Sumber : ACARA INTENS RCTI & http://tabloidnova.com/Nova/News/Peristiwa/Remaja-yang-Diceraikan-Sang-Bupati-4-Hari-Pasca-Menikah-Alami-Trauma-Psikologis

SATRIO SEPTIONO (16112881)
Kelas : 1KA02

Naiknya permukaan laut (Sea level rise) merupakan salah satu permasalahan penting yang harus dihadapi oleh negara-negara pantai atau negara kepulauan di duni

Penelitian perubahan permukaan laut di perairan Indonesia setahun terakhir menunjukkan kenaikan 2,8 milimeter per tahun. Di kawasan timur lebih tinggi di banding barat. Pemantauan di tingkat global, kenaikan rata-rata muka laut 3 mm per tahun. Kenaikan muka laut di wilayah Indonesia juga tak merata. Kenaikan muka laut di kawasan timur relatif lebih tinggi daripada barat. Hal itu dipengaruhi arus angin dari Samudera Pasifik.

“Tuntutan pemantauan kenaikan tinggi muka air laut di lokal (Indonesia) sangat penting dengan pemanfaatan altimetri. Sebab indikasinya wilayah timur Indonesia kenaikan muka lautnya lebih tinggi dibanding wilayah barat. “Para ahli baru meyakini kenaikan permukaan laut global sebesar 3 mm per tahun setelah satelit altimetri membenarkannya. Angka ini tampaknya kecil, tapi dalam jangka panjang berdampak besar. Kenaikan sebesar 30 cm dalam 100 tahun bisa menghilangkan banyak pesisir di Indonesia,” katanya.

Berdasarkan analisis satelit altimetri, tingginya kenaikan permukaan air laut di kawasan Indonesia Timur itu memiliki siklus, dimana pada periode 1959 hingga 1975 kenaikan muka laut mencapai 5-10 mm per tahun, namun pada periode 1976-1992 kenaikan permukaan laut menurun ke level di bawah rata-rata yakni 0-2 mm per tahun.

“Pada periode 1993-2009 trend permukaan laut kawasan pantai Indonesia Timur kembali naik 5-10 mm per tahun. Dengan satelit altimetri diketahui adanya variasi kenaikan muka laut secara regional di berbagai belahan dunia maupun variasi dari waktu ke waktu,” katanya.

Hasil analisis ini, ujarnya, adalah bagian dari proyek riset Reconstruction of Sea Level Change in South Asia Using Satellite Altimetry and Tide Gauge Data (Reselecasea) pada 2011-2012 untuk merekonstruksi peta kenaikan permukaan laut di Asia Tenggara dengan menggunakan satelit Altimeter.

Rekonstruksi dari satelit altimetri ini dapat menunjukkan gambaran perubahan masa lalu mundur hingga ke tahun 1900 dan sedang diupayakan model untuk memproyeksikan perubahan muka laut di masa depan, ujarnya.

Sementara itu Kepala BIG, Dr Asep Karsidi, mengatakan, satelit altimetri sangat penting untuk melakukan pemantauan lokal yang lebih rinci karena itu pihaknya akan secara resmi meminta Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional untuk membuatkan satelit altimetri bagi pemantauan perairan Indonesia.

Berhubung video tentang permukaan air laut di Indonesia tidak tersedia di youtube, ini video kenaikan permukaan air laut di Amerika

Efek green house atau rumah kaca menyebabkan kenaikan permukaan air laut. dampak kenaikan muka air laut lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang sangat besar, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Jika sudah memberikan efek yang sangat-sangat berpengaruh kepada manusia, barulah manusia tersadar dan mulai bertindak. ada hal kecil yang tidak kita sadari akibat pemanasan global, misalnya sebungkus permen. Kecil, sebesar jempol, jika dibuang sembarang saja mungkin tidak begitu berpengaruh tapi bayangkan jika sebungkus permen itu dimakan oleh berjuta-juta orang sehari, sudah setinggi apa sampah itu. Sekian

Sumber : http://antaranews.com/berita/343500/kenaikan-muka-laut-indonesia-timur-lebih-tinggi

NAMA : SATRIO SEPTIONO
KELAS : 1KA02
NPM : 16112881

Bentrok Warga

PLAY VIDEO


Kesepakatan damai sudah dilakukan oleh kedua desa yang terlibat bentrok, Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji dan warga Desa Agom, Kecamatan Kalianda di Lampung Selatan. Namun, ribuan aparat keamanan masih melakukan penjagaan di titik bentrok.

“Gabungan TNI Polri sekitar 4.000 personel masih terus melakukan penjagaan sebagai langkah atau tindakan preventif di sana,” terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan petugas keamanan yang berjaga di lokasi bentrok Lampung Selatan merupakan tim gabungan dari BKO Mabes Polri, Polda Sumatera Selatan, dan Brimob Polda Banten. Mereka masih mengawal para pengungsi di Sekolah Polisi Negara (SPN), Bandar Lampung hingga kembali ke Desa Balinuraga.

“Di sana petugas sampai proses kembalinya warga dari tempat pengungsian ke tempat asal mereka. Secara bertahap, pengungsi yang rumahnya mengalami sedikit kerusakan, mereka langsung kembali ke rumah,” ujar Boy.

Boy menambahkan, beberapa pengungsi juga telah kembali ke rumah mereka di Desa Balinuraga. Rumah warga yang rusak mulai dibenahi.

Seperti diketahui, dua desa yang terlibat bentrok sudah menandatangani kesepakatan damai di Balai Keratun, Lampung.

Awalnya bentrok itu dipicu oleh adanya kecelakaan lalu lintas dua orang remaja wanita dari Desa Agom yang sedang mengendarai sepeda motor. Kabarnya dua wanita itu diganggu oleh pemuda dari Desa Balinuraga, sehingga terjatuh dan mengalami luka-luka. Keduanya ditolong saat terjatuh, namun informasi yang beredar di masyarakat, kedua wanita tersebut mengalami pelecehan seksual.

Bentrok kedua desa pun tidak dapat dihindarkan. Akibatnya 12 orang tewas dan puluhan rumah warga habis terbakar.

Bentrok antar warga ini sudah sangat parah hingga memakan korban 12 orang. Kejadian ini terlambat diatasi polri / tni. warga terlalu emosional dalam menyelesaikan masalah. dalam hal ini peran elektronik / media massa ikut berpengaruh juga. banyak per-televisian yang menyiarkan kisruh dan mewawancarai yang berada di TKP, itu adalah sebuah kesalahan, itu menyebabkan mungkin saja orang yg diwawancarainya tersebut memihak salah satu desa tersebut, dan tumbuhlah rasa berburuk sangka. kalau sekali saja sudah terjadi kejadian seperti ini, jika ada kembali kejadian tindakan senonoh, bisa jadi akan timbul kembali bentrok antar warga dan mungkin saja akan lebih buruk. kurangnya kesadaran antar warga dalam menyelesaikan masalah, jalur hukum / meja hijau adalah solusinya.

Sumber : http://merdeka.com/peristiwa/tni-polri-belum-ditarik-dari-lokasi-bentrok-lampung-selatan.html

 

Rutinitas sehari-hari yang menguras waktu, pikiran, dan tenaga, seringkali membuat kita menjadi penat dan membutuhkan hiburan untuk menyegarkan diri (refreshing). Begitupula dengan aktivitas sehari-hari yang dijalani oleh para mahasiswa. Kegiatan perkuliahan dengan segala tugas-tugasnya seringkali membuat mahasiswa merasa jenuh sehingga membuat mereka membutuhkan hiburan untuk menghilangkan rasa jenuh tersebut. Ada berbagai macam cara yang dilakukan para mahasiswa untuk menghibur diri setelah kurang lebih selama sepekan mereka disibukkan dengan rutinitas keseharian yang begitu menjemukan. Banyak alternatif hiburan yang mereka minati sekedar untuk memanjakan diri dan melepas penat. Seperti bermain game, bercanda, rekreasi, berolahraga, shopping, dan ada juga yang mengunjungi tempat-tempat hiburan malam semacam bar atau diskotik. Dari berbagai macam hiburan tersebut, mengunjungi tempat hiburan malam merupakan salah satu alternatif yang cukup diminati para mahasiswa. Bagi mereka yang suka mengunjungi tempat – tempat tersebut biasanya disebut clubbers. Adapun untuk menyebut kebiasaan atau gaya hidup yang dilakukan mereka dengan istilah ”dugem” ( dunia gemerlap).

Dugem merupakan salah satu hiburan favorit yang cukup banyak peminatnya. Biasanya hiburan jenis ini diadakan di berbagai tempat hiburan malam sejenis bar atau diskotik yang terdapat di kota-kota besar seperti Yogyakarta pada waktu malam hari hingga menjelang pagi. Para clubbers menggemari hiburan tersebut dikarenakan banyak hal yang bisa mereka nikmati seperti sajian musik oleh DJ, penampilan dancer atau para musisi, hingga kenikmatan mengkonsumsi minuman beralkohol yang biasanya tersaji di tempat-tempat hiburan malam. Mereka yang berdatangan ke tempat tersebut berasal dari berbagai kalangan. Walaupun hiburan ini identik dengan biaya yang relatif mahal, namun para peminatnya bukan hanya berasal dari kalangan high class saja. Bahkan banyak juga para mahasiswa yang meminati hiburan ini sebagai pelepas rasa jenuh mereka walaupun mereka tahu bahwa kondisi keuangan mereka seringkali pas-pasan. Namun, karena mereka sudah merasa ketagihan dan sangat menikmati hiburan ini sebagai gaya hidup, maka cara apapun akan mereka lakukan

Yogyakarta merupakan kota besar yang potensial di bidang pendidikan juga merupakan kota yang cukup menjanjikan bagi para clubbers. Karena di kota ini bukan hanya terdapat berbagai perguruan tinggi ternama saja melainkan juga terdapat berbagai tempat hiburan malam ternama yang cukup banyak peminatnya seperti Bosche, Caesar, Liquid, Terrace, dan lain – lain. Tak bisa dipungkiri bahwa tempat-tempat tersebut seringkali menjadi tujuan para mahasiswa untuk menghibur diri mereka di akhir pekan. Bahkan di hari-hari biasa banyak juga dari mereka yang mengunjungi tempat-tempat tersebut walaupun pada esok harinya mereka harus mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus.

Banyaknya mahasiswa di Yogyakarta yang menggemari gaya hidup dugem bukanlah suatu fenomena langka. Mengingat banyaknya juga tempat – tempat hiburan malam di Yogyakarta yang berusaha menarik pengunjung dengan sajian hiburan menarik dan juga seringkali diiklankan (dipromosikan) melalui billboard atau spanduk yang ada di sekitar jalan raya. Sedangkan dari kalangan mahasiswa sendiri, ada yang memilih hiburan tersebut hanya sebagai pelepas penat sejenak dan ada pula yang menjadikannya sebagai kebiasaan atau gaya hidup sehingga seringkali mengabaikan kegiatan akademik kampus sebagai prioritas utama.

Perkenalan mahasiswa dengan gaya hidup dunia gemerlap dikarenakan oleh beberapa penyebab. Ada yang awalnya hanya penasaran ingin mencoba dan ada pula yang disebabkan oleh ajakan teman. Namun, ada juga dari mereka yang mengatakan bahwa mereka mengikuti gaya hidup dugem dikarenakan adanya gengsi dan ingin disebut ”gaul”. Sehingga gaya hidup seperti ini sudah bisa menjadi trend berharga di kalangan mereka. Bahkan menjadi semacam kebutuhan yang harus terlaksana sebagai media penghiburan diri.

Hiburan atau gaya hidup dunia gemerlap (dugem) seringkali menghadirkan citra negatif di kalangan masyarakat awam. Hal tersebut dikarenakan banyak dari para pelaku gaya hidup ini yang cenderung bersikap anti sosial terhadap lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Dan banyak pula kasus-kasus penyimpangan terhadap norma-norma yang seringkali dilakukan oleh para peminat hiburan tersebut seperti free sex, mengkonsumsi narkoba, mabuk-mabukan,hingga tindakan kriminal seperti pencurian yang dilakukan para pelakunya agar senantiasa bisa menikmati hiburan tersebut. Apalagi dampak negatifnya bagi mahasiswa bisa membuat kepentingan akademik mereka menjadi terbengkelai dikarenakan berbagai faktor seperti biaya hidup menipis, kondisi kesehatan menurun, dan rasa kelelahan yang membuat mereka malas untuk mengikuti perkuliahan di kampus.

Sebenarnya hiburan atau gaya hidup sejenis ini bisa menjadi alternatif pelepas kejenuhan bagi para mahasiswa tanpa harus berdampak negatif pada diri kita sendiri jika kita bisa mengikutinya secara bertanggung jawab dan tidak berlebihan. Adapun manfaat baik yang bisa kita dapatkan selain sebagai sarana hiburan semata. Yakni pengalaman yang kita rasakan ketika masuk ke bar atau diskotik bisa kita jadikan referensi pengamatan sosial kita secara langsung yang nantinya bisa kita kemukakan dalam berbagai jenis karya penulisan atau tugas-tugas essay bagi para mahasiswa yang mengambil prodi jurusan sosial. Adapun mahasiswa yang mengakui bahwa dengan mengikuti gaya hidup semacam ini mereka bisa menambah teman dan jaringan. Bahkan kenyataannya banyak juga sebagian dari mahasiswa yang menggantungkan hidup dari tempat-tempat hiburan malam dengan bekerja secara part time sebagai disc jockey (DJ), dancer, musisi / band, hingga waiters / pelayan.

Jadi, alternatif hiburan dunia gemerlap (dugem) yang seringkali mendapat respon negatif di kalangan masyarakat ternyata juga memiliki manfaat positif selain sebagai media untuk melepas rasa kejenuhan. Bagi para mahasiswa, alternatif hiburan dan tempat-tempat hiburan seperti ini bisa memberi dampak negatif dan juga dampak positif. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Jika kita mampu memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab, maka banyak manfaat yang dapat kita ambil sebagai referensi pengamatan hingga sebagai tempat untuk melakukan kerja part time selain sebagai sarana hiburan. Namun, jika kita tidak bisa mengontrol gaya hidup tersebut, maka kita bisa terjerumus kepada hal-hal yang bisa merugikan kita sendiri seperti biaya hidup terkuras / pemborosan, kondisi tubuh kurang fit sehingga menimbulkan rasa malas, melakukan tindak penyimpangan / kriminal seperti mencuri, memakai narkoba, free sex, bahkan kegiata akademik / aktivitas perkuliahan di kampus menjadi terganggu. Maka, pilihlah sarana hiburan yang sesuai dan sekiranya kita bisa bertanggung jawab atas apa yang sudah kita lakukan

Dugem lebih banyak memberi dampak negatif ketimbang dampak positifnya. hal tersebut terjadi karena para pelaku memang sengaja datang ketempat Bar-Bar atau Diskotik untuk menghilangkan rasa jenuh, beban pikiran karena pekerjaan/kuliah, perdagangan narkoba, sex bebas dll. Kondisi lingkungan sosial ditempat dugem sangatlah buruk, banyak yang telah menjadi korban yaitu penularan HIV, perdagangan obat terlarang, perubahan perilaku yang tidak baik dan bagi mahasiswa itu sendiri menyebabkan turunnya nilai kuliah, dan rasa kecanduan pada diskotik

 

http://m.kompasiana.com/post/sosbud/2012/02/27/pengaruh-gaya-hidup-dugem-kalangan-mahasiswa-di-yogyakarta/

Nama : Satrio Septiono
Kelas : 1KA02 FIKTI SISTEM INFORMASI
Npm :16112881
(Paragraf Terakhir adalah opini)

     

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menaikkan tarif Kereta Api Commuter Line mulai hari ini, Senin (1/10/2012). Tarif kereta naik Rp 2.000 dari harga semula. Pantauan Kompas.com di Stasiun Universitas Indonesia (UI) pukul 06.00, kenaikan tarif kereta sudah diumumkan melalui spanduk-spanduk yang tertera di peron kereta.

Tiket kereta yang dibeli masyarakat pun sudah berubah dari yang sebelumnya Rp 6.000 menjadi Rp 8.000 untuk tujuan Stasiun UI-Jakarta/Tanah Abang/Jatinegara. Sementara untuk tarif kereta dengan tujuan Stasiun Bogor dari Stasiun UI meningkat dari sebelumnya Rp 7.000 menjadi Rp 9.000.

Hendra, salah seorang petugas di Stasiun UI, mengatakan bahwa kenaikan tarif ini mulai diberlakukan hari ini. “Semua tujuan naik Rp 2.000 hari ini dan seterusnya. Tapi kenaikan tarif hanya berlaku untuk Commuter Line, tidak untuk kereta ekonomi,” kata Hendra.

Bagaimanapun juga, kenyamanan maupun efisiensi waktu menuju Jakarta, Depok, dan Bogor, pilihan naik commuter line masih menjadi pilihan utama masyarakat. “Hanya perlu penyesuaian saja, besok juga sudah rame lagi yang naik commuter line,” ujar Suhada.

Menurutnya, kenaikan tarif awal Rp 5.500 naik menjadi Rp7.500 ini sudah pernah berlaku pada tahun lalu. Sebelum Desember 2012, tarif AC commuter line sudah pada harga Rp7.500. Namun terhitung akhir tahun itu ada pemberlakuan lookline atau transit, PT KAI menurunkan kembali harganya menjadi Rp5.500. “Karena dirasa sudah ada penyesuaian, kami pun mengembalikan tarif ke harga semula,” kata Suhada.

Sementara itu, kenaikan tarif sendiri dikatakan Suhada dibarengi dengan penambahan frekuensi keberangkatan kereta commuter line. Hal ini terlihat dari pembangunan rel semula dua rel, per Januari 2013 akan menjadi 4 rel.

“Masih tahap pembangunan, namun kalau nanti sudah jadi, kami harap penambahan frekuensi keberangkatan akan menjadi solusi penumpukan penumpang dan timbal balik dari kenaikan tarif,” ujarnya.

Untuk saat ini, fasilitas yang bisa dinikmati calon penumpang kereta api baru adanya penambahan fasilitas tempat duduk. Sehingga, calon penumpang yang menunggu bisa duduk dengan nyaman hingga keretanya datang.

Beberapa warga yang ditemui di Stasiun UI sudah mengetahui adanya kenaikan tarif ini. Putri Lenggo Sari (24), karyawan swasta yang biasa naik dari Stasiun UI menuju Sudirman, mengaku sudah tahu sejak jauh hari. “Iya sudah tahu, tapi rada enggak sudi juga beli harga segitu tapi fasilitasnya kayak begini-begini aja,” tukas Sari.

Sementara itu, Shinta (22), mahasiswa Sastra Rusia UI semester VII, justru baru tahu tiket naik dari pemberitahuan petugas saat membeli tiket di loket. Menurut Shinta, kenaikan itu terlalu mahal.

“Naiknya Rp 2.000 itu udah lumayan banget. Kalau bolak-balik, jadi Rp 16.000, ini lumayan buat anak kos makan sekali. Terlalu mahal kalau dibandingin frekuensinya yang masih kurang,” ucap Shinta yang terbiasa naik kereta ke rumahnya di Bogor ini.

PLAY VIDEO

Menyusul kenaikan tarif yang telah diberlakukan ini, sejumlah stasiun Kereta Api di wilayah Jabodetabek mendapat pengamanan ketat. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kalau ada keributan atau masalah mengenai keterlambatan kereta. Informasi yang dihimpun, ada Enam stasiun yang mendapat pengamanan ketat. Diantaranya stasiun Bojong Gede, Pancoran Mas, Depok Lama, Depok Baru, Pondok Cina, dan Universitas Indonesia.

Saya pengguna kereta api juga Stasiun Bogor – Pondok Cina, tidak masalah kalau tarif kereta api naik asalkan uang saku kuliah saya juga naik, tapi nyatanya TIDAK. Kalau dari Bogor – Jakarta Kota masih bisa diterima harga tiket 9000, tapi kalau dari dari Stasiun Bogor – Pondok Cina gak adil itu, harga tiket harusnya lebih murah. Gerbong kereta sudah menambah, tetep aja masih desek-desekkan senggol kiri, senggol kanan, dorong depan, kenapa yang ditambahin bukannya gerbong ekonomi saja? Orang tua pun nyuruhnya naik yg ekonomi, tapi kereta ekonomi kapan munculnya di stasiun bisa telat ngampus, nunggu lama sampe 1 jam setengah -_- serta jadwal kereta yang ngawur di papan ditulisnya 14.17 POCIN – BOGOR saya ma temen saya udah standby jam 14.00 tapi waktu beli karcis bilangnya adanya jam 15.30 -_-. udah jebol nih  kantong 22.000 ribu sehari, mana kereta anjlok di cilebut dan keretanya berhenti di stasiun bojong, mana gk tau lagi saya harus kemana naek angkot apa, harusnya duit balik tuh jadinya saya harus nambah 5000 dua kali naek angkot. SEKIAN ……

SUMBER : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/01/07214584/Hari.Ini.Tarif.Kereta.Commuter.Line.Naik

http://satelitnews.co.id/tarif-naik-penumpang-commuter-line-turun/

   

           Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau lebih dikenal sebagai bencana Lumpur Lapindo, adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian. Semburan ini tidak hanya menggangu perumahan warga, tetapi menggangu aktivitas trasnportasi di jalan Tol Surabaya-Gempol. Semburan sendiri terjadi akibat blow-up dari lumpur bertekanan tinggi yang tidak bisa didukung oleh struktur geologis disekitar lokasi pemboran.

            Tekanan lumpur yang tinggi tersebut berada di beberapa titik sehingga menghasilkan lokasi semburan diberbagai lokasi. Lokasi semburan yang tersebar dan debit semburan yang cukup tinggi menyebabkan penggenangan lokasi sekitar pemboran lebih cepat.

Perkiraan Penyebab Terjadinya :

            Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.

            Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8500 kaki (2590 meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping). Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung.

           Setelah kedalaman 9297 kaki, akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai, padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. Batu gamping formasi Klitik sangat porous (bolong-bolong). Akibatnya lumpur yang digunakan untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang (masuk ke lubang di batu gamping formasi Klitik) atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan.

           Akibat dari habisnya lumpur Lapindo, maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke luar (terjadi kick). Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. Sesuai prosedur standard, operasi pemboran dihentikan, perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup & segera dipompakan lumpur pemboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick. Kemungkinan yang terjadi, fluida formasi bertekanan tinggi sudah terlanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inchi. Di kedalaman tersebut, diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil & kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan. Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan BOP sudah ditutup, maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi & berhasil. Inilah mengapa surface blowoutterjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur, bukan di sumur itu sendiri.

Dampak :

Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Sampai Mei 2009, PT Lapindo, melalui PT Minarak Lapindo Jaya telah mengeluarkan uang baik untuk mengganti tanah masyarakat maupun membuat tanggul sebesar Rp. 6 Triliun.

  • Lumpur menggenangi 16 desa di tiga kecamatan. Semula hanya menggenangi empat desa dengan ketinggian sekitar 6 meter, yang membuat dievakuasinya warga setempat untuk diungsikan serta rusaknya areal pertanian. Luapan lumpur ini juga menggenangi sarana pendidikan dan Markas Koramil Porong.
  • Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006 antara lain: lahan tebu seluas 25,61 ha di Renokenongo, Jatirejo dan Kedungcangkring; lahan padi seluas 172,39 ha di Siring, Renokenongo, Jatirejo, Kedungbendo, Sentul, Besuki Jabon dan Pejarakan Jabon; serta 1.605 ekor unggas, 30 ekor kambing, 2 sapi dan 7 ekor kijang.
  • Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Tercatat 1.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini.
  • Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja.
  • Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD, SMP), Markas Koramil Porong, serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon)
  • Rumah/tempat tinggal yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak sebanyak 1.683 unit. Rinciannya: Tempat tinggal 1.810 (Siring 142, Jatirejo 480, Renokenongo 428, Kedungbendo 590, Besuki 170), sekolah 18 (7 sekolah negeri), kantor 2 (Kantor Koramil dan Kelurahan Jatirejo), pabrik 15, masjid dan musala 15 unit.
  • Kerusakan lingkungan terhadap wilayah yang tergenangi, termasuk areal persawahan
  • Pihak Lapindo melalui Imam P. Agustino, Gene-ral Manager PT Lapindo Brantas, mengaku telah menyisihkan US$ 70 juta (sekitar Rp 665 miliar) untuk dana darurat penanggulangan lumpur.
  • Akibat amblesnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur, pipa air milik PDAM Surabaya patah [2].
  • Meledaknya pipa gas milik Pertamina akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur dan sekitar 2,5 kilometer pipa gas terendam [3].
  • Ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan, dan mengakibatkan kemacetan di jalur-jalur alternatif, yaitu melalui Sidoarjo-Mojosari-Porong dan jalur Waru-tol-Porong.
  • Tak kurang 600 hektar lahan terendam.
  • Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik di empat desa serta satu jembatan di Jalan Raya Porong tak dapat difungsikan.

Solusi / Upaya Penanggulangan :

Play Video

           Dalam Masalah ini pemerintah tidak menanggapi serius kasus lumpur lapindo, dan Aburizal Bakrie perlu di kritik keras dalam masalah ini, sudah menjadi orang terkaya se-Asia Tenggara sekarang mencalonkan diri menjadi capres 2014 (gila derajat). Tidak pantas Aburizal Bakrie  menjadi capres karena tidak menyelesaikan ganti rugi para korban lumpur, ini sama saja Aburizal Bakrie tertawa / menari diatas penderitaan masyarakat. Banyak masyarakat yang harus kehilangan mata pencaharian, tempat tinggal dan mereka harus mengungsi. Sebagai negara terkorupsi nomer 1 se-Asia Tenggara dan nomer 5 se-dunia wajar saja kalau pemerintah hanya melihat sebelah mata, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin dan kalau sudah kaya jangan pedulikan sekitar. Sampai kapanpun indonesia tidak akan menjadi negara yang maju.

Sumber :

http://www.anneahira.com/kota-sidoarjo.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo


           Pelajar yang sedang menempuh pendidikan di SLTP maupun SLTA, bila ditinjau dari segi usianya, sedang mengalami periode yang sangat potensial bermasalah. Dalam kurun ini timbul gejala emosi dan tekanan jiwa, sehingga perilaku mereka mudah menyimpang. Dari situasi konflik dan problem ini remaja tergolong dalam sosok pribadi yang tengah mencari identitas dan membutuhkan tempat penyaluran kreativitas. Jika tempat penyaluran tersebut tidak ada atau kurang memadai, mereka akan mencari berbagai cara sebagai penyaluran. Salah satu yaitu “tawuran”.

           Tawuran ini awalnya berasal dari sebuah kelompok atau genk kecil dan lama kelamaan membesar jumlahnya. danTawuran pelajar biasanya terjadi akibat dari salah satu siswa antar sekolah menantang sekolah lain untuk bertempur, permasalahan menurut sejarah/masa lalu yang menyebabkan pelajar dua sekolah saling bermusuhan, ada juga yang karena salah satu temannya di hina/ejek, perebutan kekuasan/wilayah, penghinaan terhadap sekolah. Biasanya tawuran ini terjadi karena hal sepele, hal kecil yang dibesarkan sehingga menimbulkan rasa emosi dan salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan itu dengan adu kekerasan atau tawuran. Akibat dari tawuran tersebut memyebabkan permasalahan yang serius mulai dari diri sendiri, orang lain, dan fasilitas umum. Banyak warga yang resah akibat adanya tawuran, fasilitas umum banyak yang rusak, biasanya tawuran ini terjadi di jalan raya yang akhirnya membuat kemacetan, warga dan aparat pun turun tangan dengan kasus tawuran ini yang marak sering terjadi.

           Bukan hanya baku hantam saja, segala benda tajam mereka bawa mulai dari celurit, golok, samurai, gear, pisau dapur, bambu mereka jadikan alat untuk tawuran.

           Tawuran ini banyak menyebabkan korban jiwa, luka-luka hingga meninggal dunia dan tawuran ini tidak kenal pandang bulu siapapun yang ada di sekitar kejadian maka akan terkena. Seperti yang terjadi di Jakarta ini, tawuran antar salah satu SMAN 70 VS SMAN 6 yang memakan korban jiwa yang tidak bersalah.

PLAY VIDEO

“Korban tewas Alawi Yusianto Putra,” kata Kepala Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin.
Wahyu mengatakan korban AS terkena bacokan senjata tajam pada bagian dada, sedangkan dua orang lainnya terluka pada pada bagian jari tangan dan pelipis yang diduga terkena lemparan batu. Perkelahian  antara siswa SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta pecah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012). Padahal Alawy tidak melakukan tawuran. Dia tengah makan di sekitar lokasi. Pada saat kejadian, dia mencoba menyelamatkan diri bersama temannya. Namun, siyalnya siswa belia itu terjatuh dan ditebas oleh FT.

Siapa yang bertanggung jawab :

1. Orang Tua : Kurangnya pengawasan perilaku anak tersebut dan pencarian solusi masalah jika dia punya masalah
2. Guru : dalam hal ini guru dan orang tua berperan sama, kurang mampunya mereka mendidik anak-anaknya dan ketegasan yang diberikan kepada sang anak.
3. Individu : Jika memakan korban jiwa siswa tersebut harus menerima hukuman/ganjaran yaitu penjara.

Solusi pencegahan :

1. Orang Tua : Mengasuh dan mendidiknya dengan baik dan penuh kasih sayang, meluangkan waktu bersama, buat anak terasa nyaman dirumah, memperkuat iman dan taqwa, hindari film yang mengandung adegan kekerasan.
2 Individu : Pelajar sendiri perlu mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti Mengikuti kegiatan kursus, berolahraga, mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, dll.
3. Peran sekolah dan guru adalah menyelenggarakan kurikulum Pendidikan yang baik adalah yang bisa Mengembangkan secara seimbang tiga potensi, yaitu berpikir, berestetika, dan berkeyakinan kepada Tuhan, ciptakan suasana lingkungan sekolah dengan perebutan peraihan prestasi.
4. LSM dan Aparat ikut bekerja sama dengan sekolah mengenal dampak dan upaya agar tawuran tidak terjadi lagi, serta aparat melakukan razia di tempat umum yang sering menjadi tempat aksi tawuran, dan razia siswa yang membawa senjata tajam.

           Tawuran ini biasanya terjadi karena ada musimnya, yaitu ketika ujian tengah semester / ujian akhir sekolah telah selesai dilaksanakan. Aparat dan sekolah pun harus menggelar razia kepada para siswanya dan tempat umum yang sering menjadi tempat aksi tawuran. Biasanya perilaku seseorang ini dikarenakan ruang lingkupnya, lingkungan sekolahnya yang tidak mendukung prestasi dalam bidang pendidikan, dan kondisi keluarganya, tp faktor gen juga mempengaruhinya. Orang tua yang dulunya mempunyai sifat yang buruk harus bisa dan memiliki inisiatif sendiri jika dulunya mereka pun begitu untuk memperbaiki dan mengajarkan anaknya agar bisa bersikap baik.
Fakta percakapan saya dari pengalaman hidup :
S  :G*** apa enaknya tawuran
G :Gaul dikit dong, macho sekali-kali, adu kekuatan, tunjukkin rasa solidaritas, mau ikut gk lu.
S  :ih males teuing, mendingan gua dirumah makan, nonton tv, ngenet, gua masih sayang sama umur.
G :Cupu luh
S  : #DalamHati (ditebas golok mah mampus)

NAMA  : SATRIO SEPTIONO
KELAS : 1 KA 02
NPM : 16112881
FIKTI SISTEM INFORMASI
(paragraf terakhir adalah opininya)

SUMBER :http://www.masbow.com/search?q=tawuran&submit=Cari+Artikel+Disini