Nama : Satrio Septiono
NPM  : 16112881

Pada tugas softskill kali ini akan membahas tentang pengertian masalah tindak cyber crime dan sejenisnya, dan contoh kasus cybercrime dan cyberlaw yang terjadi, serta UU, pasal, KUHP atau hukum yang berlaku.

1. Cyber Crime

Istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer ataujaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke didalamnya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit (carding), confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll. Cyber crime sebagai tindak kejahatan dimana dalam hal ini penggunaan komputer secara illegal
Contoh : Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai sasarannya adalah akses ilegal (mengelabui kontrol akses), malware dan serangan DoS. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai tempatnya adalah penipuan identitas. Sedangkan contoh kejahatan tradisional dengan komputer sebagai alatnya adalahpornografi anak dan judi online. Sumber.


2. Cyber Law

Hukum Siber (Cyber Law) adalah istilah hukum yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi. Istilah hukum siber digunakan dalam tulisan ini dilandasi pemikiran bahwa cyber jika diidentikan dengan “dunia maya” akan cukup menghadapi persoalan ketika terkait dengan pembuktian dan penegakan hukumnya. Mengingat para penegak hukum akan menghadapi kesulitan jika harus membuktikan suatu persoalan yang diasumsikan sebagai “maya”, sesuatu yang tidak terlihat dan semu [1]. Di internet hukum itu adalah cyber law, hukum yang khusus berlaku di dunia cyber. Secara luas cyber law bukan hanya meliputi tindak kejahatan di internet, namun juga aturan yang melindungi para pelaku e-commerce, e-learning; pemegang hak cipta, rahasia dagang, paten, e-signature; dan masih banyak lagi.
Contoh : Pembajakan yang berkaitan dengan hak milik intelektual, hak cipta, dan hak paten. Pencurian password, peniruan atau pemalsuan akun. Sumber


3. Cyber Threats

Cyberthreats merupakan ancaman yang ada di dunia maya. Setiap orang yang berselancar didunia maya setidaknya harus tahu dan berhati-hati dengan cyberthreats. Ancaman ini sangatlah berbahaya bagi pengguna, maka dari itu pengguna internet dituntut untuk selalu berhati-hati dalam berselancar di dunia maya.
Contoh : Ancaman virus (malware, adware, dan dll.), worm, trojan horse terhadap komputer atau PC anda. Sumber


4. Cyber Security

Sesuai terminologinya, cyber security adalah aktivitas untuk melakukan pengamanan terhadap sumber daya telematika demi mencegah terjadinya tindakan cyber crime. Dan seperti juga cyber crime, spektrum dari aktivitas cyber security ini juga sangat luas.
Contoh : Sebuah proses peningkatan keamanan (security hardening), umumnya meliputi masalah teknis, seperti pengamanan dari sisi jaringan, sistem operasi, keamanan data dan source code aplikasi. Institusi keuangan dan telekomunikasi secara rutin menyewa konsultan keamanan untuk melakukan kegiatan ‘penetration testing‘.Sumber.


5. Cyber Attack

Cyberattack adalah disengaja eksploitasi sistem komputer, perusahaan bergantung pada teknologi dan jaringan. Cyberattacks menggunakan kode berbahaya untuk mengubah kode komputer, logika atau data, sehingga mengganggu konsekuensi yang dapat kompromi data dan menyebabkan cybercrimes, seperti informasi dan pencurian identitas.
Contoh : identitas pencurian, penipuan, pemerasan. Malware, pharming, phishing, spam, spoofing, spyware, trojan dan virus. Sumber


Contoh Artikel Kasus Cybercrime
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/08/21/20521891/Ada.Yakuza.di.Balik.Sindikat.Penipuan.China.di.Indonesia.
http://news.liputan6.com/read/2320521/jejak-kejahatan-yakuza-di-indonesia

Praktik Sindikat Kejahatan Transnasional Yakuza 2015 Berupa Penipuan Secara Online.

Polda Metro Jaya membongkar praktik sindikat kejahatan transnasional berupa penipuan di Indonesia. Dalam penelusuran polisi, sindikat ini mendapat perlindungan dari organisasi kejahatan terbesar di Jepang.

“Pelindungnya adalah dari organisasi di Jepang. Organisasinya cukup besar. Yakuza terlibat,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Krishna menambahkan, sindikat ini merupakan kejahatan terorganisasi lintas negara. Untuk itu, Indonesia patut waspada dalam menghadapi sindikat ini, apalagi dalam arus globalisasi.

“Kita bukan hanya jadi korban kejahatan, tetapi dikhawatirkan bisa menjadi basis untuk melakukan kejahatan,” kata Krishna.

Sindikat ini memiliki fungsi masing-masing di tiap negara. Di Taiwan, sindikat ini merekrut orang untuk menjadi pelaku kejahatan. Setelah itu, nanti akan diajarkan aksen Tiongkok.

Sebab, sasaran sindikat ini merupakan para pejabat Tiongkok yang terlibat korupsi dan perselingkuhan. Mereka akan mencoba memeras pejabat tersebut.

Sementara itu, tempat aktivitas kejahatan tersebut berada di Indonesia. Warga negara Indonesia memfasilitasi para pelaku kejahatan tersebut untuk melakukan pemerasan dan penipuan.

Komentar : Penipuan melalui transfer dana (furikomi sagi) di Jepang nilai kerugiannya memang sangat besar sekali. Untuk tahun 2014 sendiri mencapai 500 juta Yen.  Ini nilai kerugian para orang tua di pedesaan yang tertipu. Rumah kosong biasa banyak dipakai sebagai alamat palsu para kelompok penipu yang biasanya diorganisir oleh kelompok mafia Jepang (yakuza). Keterlibatan Yakuza dalam sindikat penipuan transfer dana dan kejahatan cyber crime ini akibat posisi organisasi mafia ini sudah terpojok. Ruang gerak Yakuza di Jepang semakin sulit akibat diimplementasikannya UU Anti Yakuza pada tahun 2012t. Sehingga, kelompok mafia ini melebarkan sayapnya di luar negeri.

Di Indonesia Sendiri Penipuan bermodus operan di jual beli online penyelesaian kasusnya bagaimana? Apakah hanya dikenakan sanksi pidana dari KUHP atau dari UU ITE?

Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) tidak secara khusus mengatur mengenai tindak pidana penipuan. Selama ini, tindak pidana penipuan sendiri diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), dengan rumusan pasal sebagai berikut:

Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menggunakan nama palsu atau martabat (hoedaningheid) palsu; dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Masyarakat Indonesia, yang mungkin saja bisa mendeteksi keanehan yang terjadi di sekelilingnya, mungkin dapat memberitahukan kepada pihak kepolisian setempat. Dengan cara demikian upaya-upaya kejahatan dari para anggota Yakuza di Indonesia pun, berkat kerjasama masyarakat, bisa kita cegah bersama. Pertukaran informasi atau pun informasi dari masyarakat sejak awal, sangat penting sehingga kita semua dapat mendeteksi secara dini apabila adanya kejahatan yang dilakukan Yakuza di Indonesia

 

 

 

 

 

Advertisements