Nama  : Satrio Septiono

NPM / Kelas : 16112881 / 4KA12

 

Berita 1

Berita tentang pelanggaran kode etik dalam Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi Kasus Enron dan KAP Andersen

Sumber :
http://www.kompasiana.com/reflus/bangkrutnya-perusahaan-amerika-penyebabnya-sederhana_55004b06a33311a8725109d2
http://bisnis.liputan6.com/read/2031867/enron-skandal-besar-perusahaan-energi-yang-cekik-investor
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/05/060525_enron.shtml

Permasalahan :

Memanipulasi laporan keuangan sehingga merugikan berbagai pihak baik pihak eksternal seperti para pemegang saham dan pihak internal yang berasal dari dalam perusahaan enron. Enron telah melanggar etika dalam bisnis dengan tidak melakukan manipulasi-manipulasi guna menarik investor.

Komentar :

Menurut saya, dari kasus ini Enron dan KAP Arthur Andersen telah melanggar kode etik dan ingkar dari tanggung jawab yang seharusnya menjadi pedoman dalam melaksanakan tugasnya dan bukan untuk dilanggar. Pelanggaran tersebut awalnya mendatangkan keuntungan bagi Enron, tetapi akhirnya menjatuhkan kredibilitas bahkan menghancurkan Enron dan KAP Arthur Andersen. Di dalam kasus ini, KAP yang seharusnya bisa bersikap menjunjung tinggi independensi dan profesionalisme tidak dilakukan oleh KAP Arthur Andersen. Karena perbuatan mereka inilah, kedua-duanya telah menuai kehancuran dimana Enron bangkrut dengan meninggalkan hutang milyaran dolar sedangkan

KAP Arthur Andersen sendiri kehilangan ke-independensiannya dan kepercayaan dari masyarakat terhadap KAP tersebut dan dapat juga berdampak pada karyawan yang bekerja di KAP Arthur Andersen dimana mereka menjadi sulit untuk mendapatkan pekerjaan akibat kasus ini. Dimana pentingnya peran profesi Akuntan khususnya Akuntan Publik di pasar modal guna melindungi kepentingan publik.Tantangan Akuntan Publik yakni menjaga kualitas dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dalam memberikan informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan.

 

Berita 2

Berita tentang pelanggaran kode etik dalam produk HIT yang mengandung bahan kimia berbahaya.

sm16bahaya1tgl15

 

Sumber :

http://www.suaramerdeka.com/harian/0606/15/nas12.htm
http://nasional.tempo.co/read/news/2006/06/09/05878643/obat-nyamuk-hits-ditarik-dari-pasaran
http://news.liputan6.com/read/124232/pembasmi-nyamuk-ihiti-mulai-ditarik

Permasalahan :

Produsen pembasmi nyamuk HIT ini menggunakan pestisida berbahan aktif klorpirifos dan diklorvos. Diklorvos sangat berpotensi menyebabkan kanker hati, menghambat pertumbuhan organ, serta kematin janin. Diklorvos juga merusak kemampuan reproduksi dan merusak produksi dan kualitas air susu ibu. Deptan menerbitkan larangan pemakaian pestisida jenis klorpirifos dan diklorvos sesuai surat edaran Komisi Pestisida Nomor 166 Tahun 2004. Kedua zat ini dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Komentar :

Para pelaku bisnis dan profesi harus mempertimbangkan standar mutu dalam etika berbisnis demi kebaikan dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Jangan hanya mementingkan kepentingan bisnis dan mengabaikan keselamatan konsumen. Perusahaan melakukan pelanggaran terhadap prinsip kejujuran dimana produsen pembasmi nyamuk HIT ini menggunakan pestisida berbahan aktif klorpirifos dan diklorvos, selain itu perusahaan tidak memberikan informasi yang cukup tentang kandungan serta bahaya yang akan ditimbulkan karena bahan tersebut. Selain itu perusahaan hanya mementingan keuntungan dan tidak memperhatikan aspek kesehatan konsumen karena membiarkan penggunaan zat berbahaya dalam produknya. Dalam kasus HIT, perusahaan sengaja dan masih menggunakan kedua zat berbahaya dengan alasan belum menerima izin baru dari Departemen Pertanian. padahal bila dilihat dari segi kesehatan manusia, zat tersebut bila dihisap oleh saluran pernafasan dapat menimbulkan kanker hati dan lambung

Melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan pada dasarnya boleh dilakukan asal tidak merugikan pihak mana pun dan tentu saja pada jalurnya. Disini perusahaan seharusnya lebih mementingkan keselamatan konsumen yang menggunakan produknya karena dengan meletakkan keselamatan konsumen diatas kepentingan perusahaan maka perusahaan itu sendiri akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena kepercayaan / loyalitas konsumen terhadap produk itu sendiri.

 

Advertisements